JIF tambah penawaran proyek infrastruktur kepada investor

JIF tambah penawaran proyek infrastruktur kepada investor

Armada bus listrik TransJakarta. ANTARA/jakartainvestmentforum.com

JIF membuka lebih banyak peluang investasi dan kolaborasi
Jakarta (ANTARA) - Ajang Jakarta Investment Forum (JIF) menambah penawaran proyek infrastruktur kepada investor yakni proyek rumah susun dan revitalisasi stasiun TransJakarta.

"JIF membuka lebih banyak peluang investasi dan kolaborasi antara pemerintah, swasta dan badan usaha lainnya," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Benni Aguscandra, di Jakarta, Senin.

JIF melalui laman jakartainvestmentforum.com menampilkan dua proyek tambahan yang ditawarkan kepada investor yakni proyek revitalisasi 99 stasiun TransJakarta.

Adapun estimasi biaya proyek tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp767 miliar yang diharapkan proyeknya dimulai pada 2022.

Baca juga: Kolaborasi pemerintah dan usaha pulihkan ekonomi lewat JIF 2021

Selain itu, proyek Rumah Susun Nuansa Pondok Kelapa dan Nuansa Cilangkap yang dimiliki Perumda Pembangunan Sarana Jaya dengan biaya proyek diperkirakan mencapai Rp1,05 triliun dengan jenis proyek adalah kerja sama operasional (KSO).

JIF menjelaskan Nuansa Pondok Kelapa merupakan permukiman di Jakarta yang pertama menerapkan skema pembayaran DP nol rupiah.

Dengan tambahan dua proyek infrastruktur itu maka total proyek yang ditawarkan menjadi sembilan proyek.

Adapun tujuh proyek infrastruktur itu yakni pembangunan area ritel di Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia dengan nilai proyek mencapai Rp50 miliar.

Baca juga: Jakarta Investment Forum 2021 hadirkan ragam program pembangunan kota

Kemudian, MRT Fase 4 rute Fatmawati-Taman Mini Indonesia Indah (TMII) nilai proyek Rp28 triliun, pembangunan kawasan ritel di Stasiun MRT Fatmawati senilai Rp29 miliar.

Selanjutnya, proyek LRT Kepala Gading-Jakarta International Stadium (JIS) dengan nilai proyek Rp6,6 triliun, pembangunan kawasan berorientasi transit (TOD) di Pegangsaan Dua senilai 103 juta hingga 106 juta dolar AS atau setara Rp1,53 triliun (kurs Rp14.500).

Selain itu, proyek Intermediate Treatment Facility (ITF) Bantargebang senilai Rp3,8 triliun hingga Rp4,2 triliun dan proyek pengolahan sampah menghasilkan bahan bakar (Refuse Derived Fuel/RDF) di Bantargebang senilai Rp1,5 triliun.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar