Pentingnya literasi agar masyarakat cerdas bertransaksi digital

Pentingnya literasi agar masyarakat cerdas bertransaksi digital

Direktur Ekonomi Digital Ditjen Aptika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) I Nyoman Adhiarna bersama para pembicara lainnya dalam seminar daring AFPI Fintech Lending Summit 2021: Pandemi COVID-19 jadi Momentum Percepat Akselerasi Transformasi Digital oleh Fintech Pendanaan Bersama, Rabu (1/12/2021). (ANTARA/TL/Arnidhya Nur Zhafira)

Jakarta (ANTARA) - Direktur Ekonomi Digital Ditjen Aptika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) I Nyoman Adhiarna mengatakan literasi digital dan keuangan penting agar masyarakat dapat cerdas dalam bertrasaksi digital.

"Salah satu isu besar yang perlu didorong adalah mendorong kerja sama dalam meningkatkan literasi digital masyarakat Indonesia, seiring semakin besarnya layanan fintech di Indonesia," kata Adhiarna dalam seminar daring, Rabu.

"Sehingga, masyarakat perlu didorong untuk mempunyai kesadaran yang baik tentang bagaimana caranya bertransaksi digital dengan aman di dunia maya, mengetahui bagaimana untuk mengamankan password, dan lainnya," ujarnya menambahkan.

Baca juga: Kominfo ajak kolaborasi untuk promosikan Presidensi G20

Lebih lanjut, Adhiarna mengatakan pemerintah melalui Kementerian Kominfo memiliki program literasi digital dan ia sebut menjadi prioritas. Adapun kementerian menargetkan sebanyak 12,5 juta masyarakat meningkat literasi dan kecakapan digitalnya.

"Program ini untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait ruang digital yang mencakup budaya dan etika digital, serta aplikasi-aplikasi digital. Masyarakat diharapkan lebih paham terutama dalam memilah-milih informasi," kata Adhiarna.

"Mungkin yang menjadi tantangan adalah kita perlu literasi digital ini untuk lebih spesifik lagi terkait isu-isu seperti keamanan bertransaksi digital, paham untuk membedakan tentang informasi yang ada di dunia maya, dan lainnya," imbuh dia.

Selain literasi digital, Adhiana juga menyampaikan pentingnya infrastruktur digital yang merata sebagai fondasi ekosistem digital yang maju dan inklusif di Tanah Air.

"Infrastruktur digital adalah fondasi. Tantangan ke depan, kalau kita ingin mendorong pemerataan layanan pembayaran digital, misalnya. maka kita harus memperkuat pembangunan infrastruktur digitalnya," papar dia.

"Indonesia sudah mencapai banyak kemajuan, tapi kalau dibandingkan beberapa negara ASEAN, kita masih di bawah mengingat geografis, jumlah penduduk, dan posisi penduduk yang relatif menyebar. Kita harus memperbesar dan mempercepat pembangunan infrastruktur ini bersama-sama," ujarnya menambahkan.

Baca juga: Kominfo rilis "game rating" cegah dampak buruk gim pada anak

Baca juga: Kominfo dorong penegakan hukum yang adil pada kasus pelecehan di KPI

Baca juga: Kominfo ajak industri eHealth diskusi optimalkan kesehatan digital

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kilas NusAntara Malam

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar