Saham Jepang berakhir jatuh dengan indeks Nikkei tergerus 0,65 persen

Saham Jepang berakhir jatuh dengan indeks Nikkei tergerus 0,65 persen

Warga memakai masker pelindung, ditengah wabah penyakit virus corona (COVID-19), melewati layar yang menunjukkan indeks saham Nikkei diluar bursa saham di Tokyo, Jepang, Kamis (5/11/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Kyung-Hoon/NZ/djo/am.

Tokyo (ANTARA) - Saham-saham Jepang berakhir lebih rendah pada perdagangan Kamis, tertekan oleh kekhawatiran tentang dampak ekonomi dari varian virus corona Omicron serta kecenderungan sikap hawkish oleh Federal Reserve AS.

Indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) tergelincir 0,65 persen atau 182,25 poin menjadi ditutup di 27.753,37 poin, setelah jatuh sebanyak 1,04 persen di awal sesi.

Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas turun 0,54 persen atau 10,37 poin menjadi menetap di 1.926,37 poin, tetapi di atas level terendah intraday tiga bulan pada Rabu (1/12/2021) di 1.914,93 poin.

Investor resah atas kerusakan ekonomi dari varian virus corona Omicron, dengan Amerika Serikat menjadi negara terbaru yang melaporkan sebuah kasus.

"Pasar bereaksi sedikit emosional terhadap... Omicron. Kemarin, saham AS jatuh ketika pasar mendengar tentang hanya satu orang yang mendapatkannya di AS, seolah-olah itu lebih penting daripada 534.000 orang mendapatkan pekerjaan menurut laporan ADP, " kata Norihiro Fujito, kepala strategi investasi di Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities.

“Namun pada level pasar saat ini, investor saham-saham undervalued siap membeli saham yang memiliki prospek bagus,” ujarnya.

Hambatan lain adalah setelah Ketua Fed Jerome Powell mengatakan pada Selasa (30/11/2021) bahwa pembuat kebijakan akan membahas penghentian lebih awal untuk stimulus bank sentral.

Saham maskapai penerbangan mendapat pukulan baru setelah mereka menangguhkan reservasi baru untuk penerbangan internasional ke Jepang hingga akhir Desember atas permintaan pemerintah. Saham Japan Airlines merosot 2,47 persen, sementara ANA Holdings berkurang 1,74 persen.

Saham operator kereta api juga merosot, dengan East Japan Railway kehilangan 3,47 persen dan Keisei Electric Railway terpangkas 1,8 persen.

Mitsubishi Chemical anjlok 8,18 persen, mencatat persentase kerugian terbesar di Nikkei, setelah investor mengabaikan rencana perusahaan itu untuk memisahkan operasi petrokimia dan karbonnya.

Pelayaran naik paling tinggi di antara 33 sub-indeks industri di bursa Tokyo, dengan Kawasaki Kisen melambung 11,36 persen, Mitsui OSK Lines melonjak 7,58 persen dan Nippon Yusen meningkat 5,27 persen.

Saham-saham defensif seperti pembuat obat-obatan dan beberapa saham berorientasi pertumbuhan juga menarik bargain-hunting, dengan Ono Pharmaceutical menguat 2,64 persen, sementara Astellas Pharma naik 1,08 persen.

Baca juga: Saham Jepang jatuh tertekan kekhawatiran Omicron dan "hawkish" Fed
Baca juga: Saham Jepang naik setelah 3 hari jatuh tertekan kekhawatiran Omicron
Baca juga: Nikkei ditutup jatuh terendah 1,5 bulan, tertekan kekhawatiran Omicron

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kilas NusAntara Malam

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar