Kemensos Ajak Dunia Usaha Tangani Anak Jalanan

Kemensos Ajak Dunia Usaha Tangani Anak Jalanan

Sejumlah anak bermain di pinggir rel Tanah Abang, Jakarta, Jumat (17/12). ( ANTARA/Puspa Perwitasari/Koz/hp/10.)

Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Sosial (Kemensos) mengajak dunia usaha untuk ikut mendukung program pemerintah Indonesia bebas anak jalanan 2014.

"Kita mengajak perusahaan-perusahaan untuk ikut menangani masalah anak jalanan dan sudah ada beberapa perusahaan yang setuju," kata Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Makmur Sunusi di Jakarta, Selasa.

Sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan anak jalanan, Kemensos menyelenggarakan debat publik dalam rangka publikasi dan promosi program kesejahteraan sosial anak.

Makmur mengatakan, pemerintah mentargetkan bebas anak jalanan pada 2014 namun saat ini fokus pada Jakarta yang ditargetkan bebas anak jalanan 2011.

Jumlah anak jalanan di Jakarta teridentifikasi sebanyak 8.000 anak yang sudah mulai dibagi-bagi menjadi beberapa klaster untuk penanganannya misalnya pemberdayaan keluarga dan kembali ke sekolah dengan pendekatan tabungan.

Dikatakan Makmur, dari 8.000 anak jalanan di Jakarta hanya 4.500 anak yang mampu ditangani melalui dana APBN dan melalui APBD DKI Jakarta sebanyak 2.500 anak jalanan.

"Kita masuk pada perusahaan, Medco sudah setuju untuk menangani sekitar 320 anak, kita ingin kampanyekan lagi kemungkinan Apindo dan ada beberapa perusahaan-perusahaan yang ingin terlibat," tambahnya.

Dengan menggaet semua pihak untuk menangani permasalahan anak jalanan, Makmur optimis target Jakarta bebas anak jalanan pada 2011 akan tercapai.

"Jika kita lihat secara kuantitatif, Insyaallah bisa kita capai target 2011 untuk Jakarta bebas anak jalanan," katanya.

Upaya lain yang dilakukan adalah mencegah agar daerah-daerah di sekitar Jakarta yang selama ini merupakan kantong-kantong penyuplai anak jalanan seperti Bogor, Bekasi dan Tangerang tidak masuk lagi ke ibukota.
(D016)

Editor: Bambang
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Sheltered workshop bagi penyandang disabilitas terdampak pandemi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar