Jakarta (ANTARA News) - Seluruh negara anggota ASEAN telah mengikuti Pertemuan Tingkat Menteri di Pilar Politik-Keamanan dan Ekonomi menjelang penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 ASEAN yang dibuka Sabtu pagi di Balai Sidang Jakarta.

Untuk Pilar Sosial-Budaya telah dilaksanakan minggu sebelumnya. Beberapa pertemuan khusus Pilar Ekonomi juga telah diselenggarakan, demikian siaran pers pengelola Media Center.

Pertemuan ASEAN Economic Community Council (AECC) dipimpin oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa, sedangkan Pertemuan ASEAN Economic Ministers (AEM) dipimpin oleh Menteri Perdagangan Mari E. Pangestu.

Dalam pembahasan Pilar Politik-Kemanan, dilaksanakan Pertemuan ASEAN Coordinating Council (ACC) dan ASEAN Ministerial Meeting (AMM) yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa. Sedangkan pertemuan ASEAN Political-Security Council (APSC) dipimpin oleh Menko Polhukkam Djoko Suyanto.

Pembahasan tingkat Menteri Koordinator dan Menteri pada Jumat melanjutkan pembahasan pada tingkat pejabat tinggi (SOM dan SEOM) yang dilaksanakan pada 5 Mei 2011. Hal-hal utama hasil pertemuan hari ini akan dibahas pada tingkat Kepala Negara selama dua hari (7-8 Mei), khususnya untuk hal-hal yang memerlukan arahan para pemimpin ASEAN.

Terkait integrasi ekonomi ASEAN pada rtemuan AECC, Indonesia menekankan pentingnya penguatan pilar ketiga Cetak Biru Komunitas Ekonomi ASEAN, yaitu menciptakan kawasan dengan pembangunan ekonomi yang setara (equitable economic development).

Hal tersebut mencakup pengembangan usaha kecil dan menengah serta mempersempit kesenjangan pembangunan (narrowing development gaps) di kawasan ASEAN.

Negara anggota ASEAN perlu memenuhi komitmennya melalui penguatan sektor usaha kecil dan menengah (UKM) serta pembentukan kerangka kerja atau principle guidelines. Mendag RI menegaskan bahwa ?ASEAN harus menghasilkan hal-hal yang memiliki sasaran yang berdampak luas dan berorientasi pada hasil yang cepat (high-impact targets and quick wins)?.

Salah satu agenda pembahasan dalam pertemuan ke-5 APSC adalah review mengenai kemajuan dalam pelaksanaan Cetak Biru Komunitas Politik-Keamanan ASEAN.

Menko Polhukkam menekankan perlunya ASEAN untuk lebih melibatkan diri secara bersama-sama dalam isu-isu yang menjadi perhatian bersama seperti keamanan maritim, penanganan terorisme, dan kejahatan lintas-negara. Para Menteri ASEAN juga menekankan perlunya memperkuat koordinasi dan kohesivitas kerja antar badan-badan sektoral di bawah Pilar Komunitas Politik-Keamanan dalam kerangka implementasi cetak biru.
(*)

Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2011