Saham Australia berakhir merosot, Indeks ASX 200 turun 0,28 persen

Saham Australia berakhir merosot, Indeks ASX 200 turun 0,28 persen

Ilustrasi - Bendera Australia dan Bursa Efek Autralia dengan panah merah turun. ANTARA/Shutterstock/pri.

Sydney (ANTARA) - Saham-saham Australia berakhir lebih rendah pada Kamis, menghentikan kenaikan beruntun empat hari, terseret oleh penurunan saham teknologi dan energi, sementara Sydney Airport naik setelah regulator menyetujui pembelian saham pengendali dan membantu membatasi kerugian.

Indeks acuan S&P/ASX 200 di Bursa Efek Australia ditutup 0,28 persen atau 20,90 poin lebih rendah menjadi 7.384,50 poin. Indeks acuan menguat 1,25 persen pada Rabu (8/12/2021), merupakan sesi terbaiknya sejak 4 Oktober.

Saham sektor energi turun 1,1 persen setelah mencatat kenaikan empat sesi berturut-turut, bahkan ketika harga minyak memperpanjang reli di tengah keyakinan bahwa varian Virus Corona Omicron tidak akan menghambat pertumbuhan global.

Beach Energy anjlok 4,0 persen, mencatat sesi terburuk sejak 26 November, sementara Santos turun 1,6 persen.

Saham Sydney Airport Holdings ditutup 2,9 persen lebih tinggi ke tertinggi 23-bulan setelah regulator persaingan negara itu menyetujui pengambilalihan 23,6 miliar Australia (16,92 miliar dolar AS) saham pengendali.

Baca juga: Saham Aussie turun tertekan penambang, Sydney Airport batasi kerugian

Secara terpisah, data dari Biro Statistik Australia menunjukkan bahwa data penggajian pekerjaan dalam dua minggu hingga 13 November naik 0,2 persen, menyusul kenaikan 1,5 persen dalam dua minggu sebelumnya.

"Pasar tenaga kerja tampaknya telah mengambil jeda menyusul pemulihan yang cepat pada paruh kedua Oktober karena efek penguncian," kata CEO Kalkine Group, Kunal Sawhney.

Saham sektor teknologi melemah 0,9 persen, setelah melonjak lebih dari 4,0 persen dalam dua sesi terakhir. Perusahaan perangkat lunak Xero dan pengembang solusi elektronik Codan masing-masing jatuh 3,2 persen dan 3,5 persen.

Perusahaan beli sekarang, bayar kemudian Zip Co Ltd berakhir 4,2 persen lebih rendah setelah penelitian Citi memangkas target harga sahamnya karena perlambatan pertumbuhan di Amerika Serikat.

Sektor pertambangan melemah 0,4 persen, mengikuti penurunan harga stainless steel berjangka China. Rio Tinto turun 0,9 persen, sementara BHP Group jatuh 1,2 persen.

Sementara itu pelaku pasar di seluruh dunia menunggu data inflasi AS pada Jumat (10/12/2021), yang dilihat sebagai awal dari pertemuan Federal Reserve minggu depan.

Di Selandia Baru, indeks acuan S&P/NZX 50 ditutup 0,75 persen atau 96,46 poin lebih rendah menjadi 12.771,83 poin.

Baca juga: Saham Australia ditutup melonjak, Indeks ASX 200 terangkat 1,25 persen

 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar