Dhaka (ANTARA News) - Sedikitnya 21 orang termasuk dua anak tewas dan 19 orang lagi cedera dalam sambaran petir di enam kabupaten Bangladesh pada Senin pagi, kata para pejabat.

AK Ali Azam, Wakil Komisaris Kabupaten Chapainawabganj, sekitar 302 kilometer barat laut ibu kota Bangladesh, Dhaka, mengatakan kepada Xinhua melalui telepon bahwa sembilan orang, termasuk dua anak kecil, tewas dalam sambaran petir di distrik tersebut Senin pagi.

Semua korban petir dikirim ke rumah sakit setempat, kata Azam, sebagaimana dikutip dari Xinhua-0ANA.

Di distrik Rajshahi, 256Km barat laut ibukota Dhaka, Wakil Komisaris Subal Ghose Moni mengatakan empat orang tewas dan 3 lagi terluka dalam sambaran petir di kabupaten.

Dia mengatakan hampir semua korban sedang memanen padi ketika petir menghantam mereka.

Di distrik Pabna, sekitar 216Km barat ibukota Dhaka, dua petani tewas dan 13 lagi cedera dalam sambaran petir pada pagi hari, kata pejabat lain.

Dengan mengutip penduduk setempat, Wakil Komisaris distrik Mossamah Nazmanara Khannum mengatakan 15 petani sedang memanen padi di lapangan di sekitar 09:00 waktu setempat. Dia mengatakan petir menghantam mereka secara tiba-tiba, membuat dua petani tewas di tempat dan 13 lagi menderita luka kritis.

Semua korban luka dirujuk ke sebuah kompleks kesehatan setempat, ia menambahkan.

Di Kabupaten Joypurhat, 249Km barat laut ibukota Dhaka, 2 orang tewas dalam serangan petir pada Senin pagi, menurut Wakil Komisaris Mostafizur Rahman.

Di distrik Naogaon, Khulna dan Natore, pejabat pemerintah setempat mengatakan kilat menewaskan satu orang di setiap kabupaten pada Senin pagi.

Petir hampir menjadi kejadian umum selama waktu tertentu setiap tahun khususnya di pedesaan Bangladesh, yang terletak di dataran rendah delta sungai negara, sebagai akibat dari kekacauan perubahan iklim dengan perubahan dari musim kemarau ke musim panas hujan.

Sedikitnya 16 orang tewas dan beberapa orang lagi terluka oleh petir saat badai tropis di tujuh kabupaten di Bangladesh pada Mei tahun lalu.
(*)

Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2011