Jakarta (ANTARA News) - Calon Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) harus memiliki rentang kerja waktu lebih lama karena dikaitkan dengan Rencana Kerja Strategis TNI.

Hal itu dikatakan oleh Anggota Komisi I DPR Yahya Sacawirya kepada ANTARA News di Gedung DPR RI, Rabu.

"Di TNI itu ada prosedur yang biasa dilakukan, diantaranya jenjang karir dan rentang waktu kerja yang lama untuk menjadi KSAD. Kan gak lucu, kalau baru dua tahun jadi KSAD, lantas pensiun, lalu bagaimana dikaitkan dengan Renstra TNI AD," kata Yahya.

Ia menyebutkan, dari dua nama yang muncul sebagai calon KSAD menggantikan Jenderal George Toisutta, yakni Wakasad Letjen Budiman dan Pangkostrad Letjen Pramono Edhie Wibowo sama-sama memiliki peluang.

"Namun kalau dilihat dari jenjang karir dan rentang waktu kerja, Pangkostrad Letjen Pramono Edhie Wibowo memiliki peluang lebih besar. Letjen Budiman angkatan 1975 dan Pramono Edhie adalah lulusan 1981," kata Yahya.

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal George Toisutta akan memasuki masa pensiun pada awal Juli 2011 mendatang. Saat ini, TNI AD memiliki tiga jenderal bintang tiga, yang berpeluang menduduki jabatan KSAD. Mereka adalah Pangkostrad Letjen Pramono Eddie, Inspektur Jenderal Mabes TNI Letjen Muchlis, dan Wakasad Letjen Budiman.(*)
(Zul)

Pewarta: Zul Sikumbang
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011