Jakarta (ANTARA News) - Indonesia mencetak prestasi mengejutkan dengan merebut tiga medali perunggu pada gaya Grego Kejuaraan Gulat Junior Asia 2011 di GOR Sumantri Brojonegoro Jakarta, Jumat.

Sementara juara umum gaya ini direbut tim Iran dengan meraih enam emas.

Ketiga medali perunggu itu disumbangkan pegulat putra Aliansyah (60kg), dan dua pegulat putri Debi Ayu Hapsari (67kg) dan Dwi Suryani (53kg).

"Ini merupakan pertama kali bagi tim gulat Indonesia mampu merebut tiga medali perunggu pada ajang single event tingkat Asia. Apalagi, pegulat yang diterjunkan rata-rata masih minim pengalaman bertanding tingkat internasional," katanya.

Ia mengatakan, prestasi ini merupakan awal kebangkitan gulat Indonesia untuk menuju prestasi yang lebih baik lagi. "Saya yakin jika mereka dipersiapkan lebih baik lagi bisa meraih medali pada Asian Games mendatang," kata Sekjen PB PGSI Doddy Iswandi kepada wartawan.

Menurut Doddy, Ketua Umum PB PGSI Wafid Muharam yang sengaja dikunjunginya di Lapas Cipinang Jakarta untuk melaporkan prestasi tim gulat Indonesia, Jumat, merasa terharu atas keberhasilan Indonesia merebut tiga perunggu pada gaya Grego.

"Pak Wafid sangat terharu dengan prestasi yang diraih pegulat Indonesia. Baginya, tiga perak itu sebagai hadiah paling berharga atas upayanya dengan seluruh jajaran pengurus besar dan pengurus provinsi untuk mengembalikan prestasi gulat Indonesia yang sudah 10 tahun tenggelam. Dan, ia meminta seluruh pegulat Indonesia yang akan bertanding bisa mengikuti jejak ketiganya," kata Doddy.

Dalam kesempatan itu, kata Doddy, Wafid Muharam yang terganjal kasus tuduhan korupsi wisma atlet SEA Games 2011 berpesan agar atlet, pelatih, dan seluruh jajaran pengurus tidak terpengaruh dengan masalah yang dialaminya.

"Pak Wafid meminta seluruh pengurus tidak mengendorkan niatnya untuk menjalankan seluruh program dalam rangka mengangkat prestasi gulat Indonesia," jelasnya.

Lebih jauh Doddy menyebutkan, pegulat yang meraih prestasi di kejuaraan Gulat Junior Asia 2011 akan dibina terus untuk dipersiapkan menghadapi event-event tingkat internasional.

Dalam pertandingan perebutan medali perunggu, Jumat (10/6), Debi mampu mengikuti jejak peraih emas SEA Games 2009 Aliansyah yang pada hari pertama merebut perunggu.

Ia mampu menaklukkan pegulat Mongolia Uyuntuya dengan skor telak 5-0.

Sukses ini diikuti Dwi Suryani yang berhasil menggulung pegulat China Yuanyuan Sun dengan skor yang sama.

.Sebenarnya Indonesia punya peluang merebut tiga medali perunggu pada pertandingan terakhir gaya Grego itu, namun Inadrah harus mengakui keunggulan Aigerim Serikbayeva dari Kazakhstan dengan skor 0-5.(*)

(T.T009/N002)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011