New York (ANTARA News) - Pembalap McLaren Lewis Hamilton terhindar dari kritikan serta spekulasi media tentang masa depannya di Formula Satu, setelah saling tukar kendaraan dengan dua kali juara NASCAR Tony Stewart, Selasa.

Kedua pebalap itu saling bertukar kendaraan ketika menjajal lintasan dingin dan basah petang hari di di Watkins Glen, New York, tempat perlombaan Formula Satu pada 1980, disponsori perusahaan besar.

Hamilton, juara dunia 2008 yang bertabrakan dengan rekan setimnya Jenson Button dan mundur dari lomba menegangkan di Kanda GP Minggu setelah melaju dalam delapan putaran, menjajal mobil Stewart, Chevrolet Impala dengan nomor 14 sedangkan pebalap Amerika itu menaiki kendaraan MP4-23 McLaren yang pernah meraih gelar juara.

"Amat menakjubkan ketika merasakan kemampuan kendaraan itu," kata Stewart seperti disiarkan SeedTV.

"Saya katakan kepada para kru (NASCAR) di pit dan kemungkinan mereka sedikit stres minggu-minggu ini karena saya akan beralih mengemudi kendaraan itu," katanya.

"Saya kira kami tidak akan melakukannya di luar sana," katanya.

Hamilton, yang meninggalkan Montreal diiringi kritikan mantan juara Niki Lauda yang menyebutkan ia mengemudi "di luar semua batas pengaman" dan "amat gila", menikmati permainannya Minggu petang itu.

"Amat menyenangkan. Mungkin hal paling mengesankan yang saya lakukan di luar balapan Formula Satu," kata pebalap Inggris itu setelah menyelesaikan lajunya di depan sekitar 10.000 penonton.

"Saya merasakan hari-hari menegangkan tetapi rasa takjub saya muncul ketika memasuki kendaraan itu dan ketika saya keluar saya melupakan semua kejadian minggu lalu," katanya.

Hamilton yang kini berusia 26 tahun, mengalami masa naik-turun pada musim ini, menang di China tetapi berulang kali harus menghadap panitia karena tabrakan dan kontroversi lainnya. Ia bertabrakan pada dua lombanya terakhir.

Tabrakannya dengan Button di Montreal, yang menyebabkan Hamilton keluar dari lomba itu sedangkan rekan setimnya menang, menjadi pembicaraan hangat usai lomba--apalagi dan ada pul pembicaraan terbuka di pedok dengan bos Red Bull Christian Horner, setelah kualifikasi Sabtu.

Pertemuan itu menimbulkan spekulasi adanya kemungkinan perpindahan Hamilton ke tim juara itu serta adanya bantahan dari agen pebalap Inggris itu tentang kemungkinan pindahnya ia ke tim lain, demikian dilaporkan Reuters.

(SYS/A008/T009)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2011