Kompolnas: Keluarga dapat ajukan otopsi jenazah tahanan yang meninggal

Kompolnas: Keluarga dapat ajukan otopsi jenazah tahanan yang meninggal

Ilustrasi - Tahanan narkoba. ANTARA/HO.

Jakarta (ANTARA) - Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti mengemukakan, pihak keluarga dapat mengajukan otopsi jenazah apabila ada keraguan terkait penyebab tahanan kasus narkoba meninggal dunia.

"Jika ada dugaan penyebab kematian karena hal lain, maka pihak keluarga dapat mengajukan permohonan otopsi jenazah," kata Poengky Indarti saat dihubungi di Jakarta, Senin, menanggapi meninggalnya tahanan kasus narkoba Polres Jakarta Selatan berinisial FNS (33) pada Kamis (13/1).

Poengky mengatakan, berdasarkan keterangan Kepala Polres Metro Jakarta Selatan korban meninggal dunia karena sakit demam.

Karena itu, apabila keluarga korban ingin mengetahui apakah ada dugaan hal lain terhadap korban, maka keluarga korban harus membuktikannya dengan otopsi jenazah.

"Penjelasan dari Kapolrestro Jakarta Selatan menyatakan tahanan tersebut meninggal dunia karena sakit. Hal ini tentu berdasarkan visum dokter yang menerangkan tentang kematian," ujar dia.

Baca juga: Tahanan narkoba Polrestro Jaksel meninggal usai dirawat di rumah sakit

Seorang tahanan kasus narkoba di Polres Metro Jakarta Selatan berinisial FNS meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Kamis.

Sebelum meninggal dunia, korban sempat bercerita kepada rekannya, Fikri alias B terkait kondisi di dalam rumah tahanan.

Adapun FNS sebelumnya ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan terkait kepemilikan ganja seberat 800 gram di Bali pada Desember 2021.

"Jadi tanggal 10 dia masuk ke rumah sakit," kata Fikri saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat malam.

Selanjutnya, korban menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri pada Senin karena mengeluh sakit di bagian tubuhnya.

"Tanggal 12 Januari 2022 dia masuk rumah sakit lagi. Dia merasa 'down' mentalnya. Tidak bisa jalan ngap ngap aja ya sudah besoknya kami ke sana. Terus kemarin malam dia lewat (meninggal) jam 20.00 WIB," ujarnya.

Baca juga: Rutan Salemba selidiki meninggalnya seorang napi

Sebelum meninggal, B yang mengunjungi korban pada pukul 16.00 WIB menyatakan, saat itu kondisi korban sudah memburuk.

"Diinfus saja tidak ditangani khusus. Tidur juga bareng di RS Polri Kramat Jati. Pulanglah kami, habis besuk tidak lama penyidik telepon jam 10 kalau Fredi meninggal," katanya.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budhi Herdi Susianto membenarkan salah satu tahanan narkoba meninggal dunia karena sakit.

"Memang betul ada tahanan Satreskoba yang meninggal di RS Polri karena sakit," katanya.

Dia mengatakan, korban tersebut meninggal dunia karena sakit demam dan tidak nafsu makan

Pewarta: Sihol Mulatua Hasugian
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar