Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Pendidikan Nasional menyediakan uang sebesar Rp250 juta bagi para inventor yang berhasil menciptakan penemuan-penemuan baru dalam berbagai bidang termasuk vaksin.

"Kami sediakan hadiah sebesar Rp250 juta bagi inventor-inventor," kata Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Fasli Djalal dalam konferensi pers simposium Riset Vaksin Nasional yang diselenggarakan PT Bio Farma bersama Litbangkes Kementerian Kesehatan di Jakarta, Selasa.

Data dari Kementerian Pendidikan Nasional, saat ini Indonesia memiliki 8.000 peneliti dan perekayasa.

Selain itu juga terdapat sebanyak 155.000 dosen tetap di Perguruan Tinggi Negeri maupun swasta.

"Sekarang ini kita sudah membagi mereka dalam klaster-klaster tersendiri," tambahnya.

Di bidang riset vaksin, PT Bio Farma sudah bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi dimulai dengan penandatangan MoU dengan Universitas Brawijaya untuk riset vaksin kontrasepsi pria serta Universitas Achmad Yani untuk riset vaksin rabies.

Sementara itu anggota Komisi IX DPR RI, Dinajani, mengatakan komitmen pemerintah dan legislasi dalam bidang kesehatan sangat penting.

Menurutnya, tiga unsur penting yang tidak terpisahkan dalam hal pengembangan vaksin yang diperlukan adalah akademisi yang melakukan penelitian, pemerintah yang mendukung dan industri sebagai pihak yang memproduksi.
(D016)

Editor: Ella Syafputri
Copyright © ANTARA 2011