Tenggarong, Kalimantan Timur (ANTARA News) - Sedikitnya 21 rumah warga Desa Sebulu Ilir, Kalimantan Timur, ambruk ke Sungai Mahakam akibat abrasi di tepian sungai tersebut, Kamis (25/8) malam.

Dilaporkan di Tenggarong, Jumat, bahwa dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa karena tanda-tanda akan longsor sudah terlihat beberapa hari sebelumnya sehingga warga sudah mempersiapkan diri.

Sebagian rumah warga di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang ambruk ke dalam sungai kini terlihat atapnya saja, sedangkan bagunan rumah terendam dalam air.

Camat Sebulu Irianto didampingi Kasi Trantib Kecamatan setempat Suprapto di Tenggarong menjelaskan bahwa musibah yang menimpa warga RT 2 hingga RT 4 tersebut, terjadi sekitar pukul 20.40 Wita saat warga baru selesai melaksanakan shalat Tarawih di masjid yang berdampingan dengan lokasi nahas tersebut.

"Kebetulan saat itu saya ada di lokasi kejadian. Pertama-tama terdengar bunyi 'kraaaaak'!, tanah mulai turun dan orang-orang langsung berhamburan keluar saya juga bantu evakuasi, taklama setelah itu langsung longsor kesungai," ujar Suprapto.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa tanda-tanda longsor berupa retakan-retakan ditanah memang sudah terlihat sejak 15 hari lalu. Melihat tanda itu, pihak kecamatan langsung memperingatkan warga dilokasi itu untuk waspada.

"Bahkan kami juga sempat minta mereka kosongkan rumah. Namun karena akan lebaran, warga baru mau meninggalkan rumah setelah lebaran. Tak taunya malam tadi sudah kejadian," terangnya.

Ia menambahkan bahwa akibat longsor tersebut selain 21 rumah ambruk, warga dari 29 rumah lainnya yang berada didekat lokasi kejadian juga dievakuasi kepengungsian. Secara keseluruhan, korban yang dievakuasi berjumlah 54 kepala keluarga, 190 jiwa.

"Korban di evakuasi di Posko yang kami dirikan ditempat yang aman, sebagain lagi kami tepatkan di rumah-rumah warga yang memang kosong," katanya.

Mendengar musibah tersebut Bupati Kukar Rita Widyasari yang saat itu menginap di Muara Muntai dalam rangka acara Safari Ramadan, langsung menuju Sebulu .

Rita tiba di lokasi kejadian sekitar 03.00 Wita dinihari, Jumat (26/8) dan langsung menyerahkan bantuan Rp20 juta.

Badan Kesbang Polinmas Kukar juga menyalurkan bantuan berupa 200 kg beras, 20 dos mie instant, 20 liter minyak goreng, 20 kg gula pasir, 20 kotak teh, 40 botol kecap dan 10 dos air mineral. (ANT.KR-ADI)

Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2011