... setiap bulan saya beli tiga liter raskin itu seharga Rp6.000 yang mahal bagi saya. Maunya sih 15 kilogram sehingga bisa mencukupi kebutuhan...
Bandung (ANTARA News) - Warga miskin di Ciparay, Kabupaten Bandung, agaknya tidak terlalu gembira pada Lebaran kali ini. Pasalnya, janji Perusahaan Umum Bulog setempat soal penyaluran (cuma) beberapa kilogram beras untuk rakyat miskin per-KK ternyata diingkari.

Jadilah mereka tidak mendapat makanan pokok itu. Salah satu warga miskin yang terlanjur percaya janji itu adalah Engkom Komara, warga Kampung Cipaku, Desa Pakutandang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung.

Kata dia, "Dulu sebelum Lebaran 2010 dapat jatah Raskin kedua, tapi Hingga H-1 Lebaran 2011 tidak kunjung datang. Padahal khan Bulog berjanji untuk menyalurkan sebelum Lebaran ini."

Meski setiap bulan dia hanya menerima jatah tiga liter beras seharga Rp2.000 per liter, namun kehadiran raskin sangat membantunya dalam menyediakan bahan pokok murah.

Sebelumnya, Bulog Jawa Barat mengeluarkan kebijakan menyalurkan raskin pada Agustus 2011 sebanyak dua alokasi yang juga untuk menekan kenaikan harga beras pada menjelang Hari Raya Idul Fitri 1432 H.

Dia sebenarnya berharap dapat jatah beras Raskin normal, yakni 15 kilogram dengan harga Rp1.600 per liter.  Namun apa boleh buat karena peminat raskin di kampungnya banyak, terpaksa ia hanya mendapat jatah tiga liter dengan "harga mahal", Rp2.000 per liter.

Betul juga hukum utama ekonomi itu, permintaan menentukan harga. Dalam konteks rakyat miskin yang perlu beras ini --siapapun perlu makan-- karena permintaan banyak, harga "mau tidak mau" jadi naik.

"Jadi setiap bulan saya beli tiga liter raskin itu seharga Rp6.000 yang mahal bagi saya. Maunya sih 15 kilogram sehingga bisa mencukupi kebutuhan," kata Engkom.

Terkait ketidakhadiran raskin Lebaran --raskin alokasi September yang diubah penyalurannya ke Bulan Agustus-- Engkom mengaku sangat berdampak.

"Di Kampung Cangri, tetangga sebelah ada raskin Lebaran, hanya di Cipaku belum datang," katanya.



"Raskin kedua Agustus ini merupakan alokasi September yang ditarik penyalurannya sebelum lebaran, salah satunya untuk memperkuat stabilisasi harga beras dan menyediakan kebutuhan bahan pokok penerima manfaat Raskin," kata Kepala Bulog Divre Jabar Usep Karyana, di sela-sela peninjauan ke Gudang Bulog beberapa waktu lalu.***4***

(S033)









(T.S033/C/S016/C/S016) 30-08-2011 16:39:58

Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2011