Jayapura (ANTARA) - Direktur Reskrimum Polda Papua Kombes Faizal Rahmadani menyebut 22 rumah toko (ruko) dan perkantoran yang dibakar serta dirusak saat kerusuhan terjadi di Dekai, ibukota Kabupaten Yahukimo, Papua, Selasa (15/3).
 
Kombes Faizal Rahmadani kepada ANTARA di Jayapura, Sabtu, mengakui dua kantor yang dibakar, yaitu Kominfo serta kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
 
"Memang yang dibakar dan dirusak sebagian besar ruko," kata Faizal seraya menambahkan, kasusnya saat ini ditangani Polres Yahukimo yang dibantu Satgas Damai Cartenz.

Baca juga: Kapolda Papua sebut KNPB diduga provokator kerusuhan di Dekai
 
Terkait tersangka, penyidik baru menetapkan satu orang sebagai tersangka.
 
"Memang baru satu orang yang ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka yakni L," katanya.
 
Untuk tersangka L, penyidik sudah punya cukup bukti sehingga yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Yahukimo di Dekai.
 
"Tidak mudah menetapkan seseorang sebagai tersangka karena penyidik baru akan menetapkan seseorang sebagai tersangka setelah bukti yang dimiliki cukup", aku Kombes Faizal.

Baca juga: Satu orang pendemo ditetapkan tersangka kasus kerusuhan di Dekai

Aksi demo penolakan pemekaran atau daerah otonomi baru (DOB) yang terjadi, Selasa (15/3), berlangsung anarkis akibat para pendemo melakukan aksi pembakaran dan pelemparan terhadap sejumlah bangunan, termasuk kantor Kominfo Yahukimo yang halamannya menjadi tempat pendemo berorasi.
 
Akibatnya dari data sementara terungkap dua warga meninggal, dua terluka akibat terkena tembakan dan dua anggota Polri mengalami luka.
 
Warga yang meninggal dunia yaitu Yakob Dell (30) dan Erson Weibsa (20), dua orang yang luka tembak yaitu Itos Itlay dan Lucky Kobak serta dua anggota Polres Yahukimo dilaporkan terluka, salah satunya Briptu Muhammad Aldi.

Baca juga: Kapolda Papua:pendemo lakukan tindakan anarkis di Dekai, dua meninggal

Pewarta: Evarukdijati
Editor: Joko Susilo
Copyright © ANTARA 2022