Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia dan Slowakia menyepakati 15 kerjasama dalam berbagai bidang atau investasi senilai satu miliar dolar AS.

Kesepakatan atas kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara pemerintah dan forum bisnis Indonesia dengan pemerintah dan forum bisnis Slowakia di Jakarta, Selasa.

Kerjasama tersebut antara laim kerjasama dalam bidang promosi, kerjasama dalam bidang pertukaran program, kerjasama penanaman gandum, kerjasama dalam bidang peningkatan kapasitas untuk prosedur keamanan.

Kerjasama pembiayaan perdagangan (trade financing), kerjasama industri pertahanan, pembangunan PLTU di Lombok, pembangunan tenaga listrik di Kepulauan Riau, kerjasama di bidang batubara dan tambang.

Kemudian, pendirian pabrik ban di Tangerang, pendirian pabrik semen di Sulawesi Tengah dan Papua Barat, kerjasama keagenan produk kesehatan, dan kerjasama pembelian minyak sawit mentah.

"Kalau kita melihat, semua sekitar satu miliar dolar AS. Tapi apabila bisa merealisasikan dari 15 nota kesepahaman ini, 60 persen saja itu sudah pertanda baik," ujar Menko Perekonomian Hatta Rajasa saat ditemui seusai penandatangan kesepahaman.

Menurut Hatta, Slowakia merupakan salah satu negara basis produksi untuk negara-negara di Eropa dan Indonesia bisa memasarkan minyak sawit mentah(CPO) ke wilayah Eropa Tengah melalui negara itu, karena basis logistik yang lebih murah.

"Slowakia bisa menjadi basis produksi biodiesel yang bahan bakunya berasal dari kita," ujar Hatta.

Dengan situasi tersebut, potensi Indonesia juga sangat besar dan dimungkinkan untuk melakukan investasi dalam pengembangan industri minyak sawit di Slowakia.

Selain itu, Indonesia juga menawarkan potensi karet untuk industri ban mobil karena negara berpenduduk lima juta jiwa ini merupakan basis produksi mobil di Eropa hingga satu juta kendaraan.

"Itu mereka memerlukan ban, maka dia akan bangun pabrik ban disini untuk ekspor disana," ujar Hatta.

Hatta mengharapkan krisis finansial yang saat ini terjadi di Eropa tidak menganggu kesepakatan yang sudah terjalin dan peluang kerjasama ini makin meningkat di masa mendatang.

Menurut dia, Presiden Slowakia Ivan Gasparovic memberikan kepercayaan kepada Indonesia karena dipandang cukup teruji dalam menghadapi berbagai permasalahan terutama terkait dampak krisis ekonomi di Eropa.

"Jadi kita tidak usah berhenti untuk melakukan upaya mengembangkan dan mendiversifikasi market kita hanya karena adanya suatu turbulensi," ujarnya.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan menambahkan kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan investasi strategis Slowakia di Indonesia, terutama dalam bidang pertanian dan energi terbaharukan.

"Ini penandatanganan yang cukup banyak. Mudah-mudahan bisa lebih dari itu. Kita mulai dari yang kecil dulu, kalau itu tercapai, (investasi) yang besar sangat memungkinkan," ujarnya.

Namun, Gita mengakui keseluruhan investasi tersebut tidak dapat dilakukan dalam waktu dekat.

"Ini tahap awal, jadi belum bisa tahun ini. Mungkin dua atau tiga tahun lagi. Mereka mau riset dulu terus nanti baru pendalaman," ujarnya.

(ANTARA)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2011