Jember (ANTARA News) - Sejumlah bangunan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, rusak akibat gempa bumi 6,8 SR yang berpusat di 143 kilometer barat daya Nusa Dua, Bali, Kamis.

Tembok rumah warga di lingkungan Patrang Tengah, Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang, ambruk sepanjang 12 meter, sehingga dua kamar dan dapur terlihat dari luar.

"Saya tidak tahu kejadian pastinya, namun perasaan saya tidak enak ketika merasakan guncangan gempa yang keras sekali dan memilih pulang dari tempat kerja, ternyata tembok sudah ambruk," tutur Syafi`i, pemilik rumah.

Menurut dia, tembok rumah yang terbuat dari batu bata dan belum dilapisi semen tersebut berserakan rata dengan tanah, bahkan dua ruangan kamar dan dapur terlihat isinya dari luar.

"Beruntung saat guncangan gempa yang keras, anak dan istri tidak berada di rumah, sehingga rumah dalam keadan kosong," katanya menjelaskan.

Selain meruntuhkan tembok rumah, guncangan gempa bumi yang cukup kuat dirasakan warga Jember menyebabkan sebuah gedung laboratorium berlantai dua di SMP Negeri 1 Rambipuji mengalami retak di beberapa bagian sudutnya.

Windi, salah seorang siswa, mengatakan, dinding gedung laboratorium awalnya sudah retak, namun retakan bertambah lebar setelah getaran gempa yang membuat panik seluruh siswa dan guru-guru di sekolah tersebut.

"Guncangan gempa Bali juga menyebabkan tembok salah satu ruang kelas di sekolah juga mengalami keretakan," tuturnya.

Secara terpisah, Sekretaris Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) Edi Budi Susilo mengaku sudah mendapat informasi terkait dengan tembok rumah warga yang ambruk akibat gempa bumi.

"Memang benar tembok rumah Pak Syafi`i roboh akibat getaran gempa, namun saya belum mendapat laporan kalau ada bangunan sekolah yang retak. Petugas Satlak masih melakukan pendataan terhadap bangunan yang rusak akibat gempa," katanya menambahkan.

(ANT-070/M026)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011