Bio Farma ekspor vaksin ke Tunisia

Bandung (ANTARA News) - Produsen vaksin nasional PT Bio Farma (Persero) melakukan ekspor vaksin polio ke Tunisia sebagai salah satu perluasan pasar di kawasan Timur Tengah.

"Jumlah vaksin yang dipesan Tunisia memang masih belum signifikan, namun hal itu sebagai sebuah langkah maju dimana produk vaksin kita diakui dan dipercaya dunia," kata Direktur Pemasaran PT Bio Farma Sarimudin Sulaeman di Bandung, Rabu.

Ia menyebutkan, ekspor vaksin polio ke Tunisia itu pada tahap awal sebanyak 20 ribu vial vaksin. Prospek ekspor vaksin ke negara itu cukup potensial yang diharapkan selain vaksin polio juga bisa vaksin produk lainnya.

Tunisia merupakan negara baru dari tujuan ekspor vaksin dari PT Bio Farma yang sebelumnya sudah melakukan ekspor ke 110 negara di dunia baik ekspor langsung maupun melalui WHO.

Bio Farma merupakan satu dari 32 perusahaan produsen vaksin dunia yang produknya mendapat akreditasi dari WHO dan selama ini menjadi pemasok vaksin yang diperhitungkan di pasar internasional.

"Selain dalam bentuk vaksin jadi, kami juga mengekspor dalam bentuk bulk atau bibit vaksin. Salah satu tujuan ekspor bulk vaksin Bio Farma adalah India," kata Sarimudin.

Lebih lanjut, Direkrut Pemasaran PT Bio Farma itu menyebutkan, sekitar 70 persen produksi vaksin plat merah itu untuk untuk memenuhi kebutuhan ekspor sedangkan sisanya untuk memenuhi kebutuhan vaksin dalam negeri.

"Pada 2011 ini perseroan menargetkan pendapatan ekspor sebesar Rp910 miliar dari target pendapatan sebesar Rp1 triliun," katanya.

Ia mengakui, tantangan ekspor vaksin dalam beberapa tahun ke depan semakin ketat dan membutuhkan inovasi dalam memunculkan produk vaksin baru. Demikian halnya PT Bio Farma, melalui Direktorat Riset dan Pengembangan terus melakukan terobosan inovasi produk.

Menurut Sarimudin, persaingan ke depan akan terjadi selain dengan produsen vaksin yang saat ini sudah mendapatkan akreditasi WHO, juga dengan produk vaksin China yang saat ini telah mengantongi pra-kualifikasi dari organisasi kesehatan sedunia itu.

"China akan menjadi kompetitor terberat, terlebih mereka mengklaim mampu memproduksi vaksin dengan harga murah," katanya.

Selain memenuhi kebutuhan pasar luar negeri, PT Bio Farma juga memasok vaksin untuk kebutuhan dalam negeri dengan nilai kontrak pada 2011 senilai Rp540 miliar.

Sejumlah vaksin produksi Bio Farma adalah vaksin BCG, hepatitis B, polio, difteri, tetanus, pertusis, campak dan influenza. Khusus produk terbaru PT Bio Farma adalah vaksin seasonal flu.

(S033/Y008)

Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Kilas NusAntara Edisi COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar