Kami lakukan mulai dari potensi kriminalitas dan unit pengamanan KAI Daop 8 akan mengerahkan sebanyak 412 personel dari Polsuska, petugas pengamanan...
Surabaya (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya mewaspadai tujuh titik jalur kereta api yang rawan bencana di wilayah itu saat arus mudik Lebaran 2022, dengan menyiagakan sebanyak tujuh Alat Material Untuk Siaga (AMUS).

Executive Vice President KAI Daop 8 Surabaya, Heri Siswanto di Surabaya, Jumat, mengatakan, pihaknya juga menyiagakan 21 petugas penjaga daerah rawan bencana seperti banjir dan longsor.

Ia menyebut tujuh titik jalur KA yang rawan itu berada di Stasiun Babat, Stasiun Porong, Stasiun Malang, Stasiun Mojokerto, Stasiun Bangil, Stasiun Wlingi, dan Depo Sidotopo.

Langkah antisipasi lain, kata dia,  dengan mengadakan pemeriksaan ekstra di seluruh jalur Kereta Api (KA) serta ronda di lintasan KA pada waktu-waktu rawan.

Baca juga: Daop 8 Surabaya mulai buka pemesanan tiket KA Lebaran 2022

Heri mengatakan secara umum dalam mengamankan kegiatan mudik angkutan Lebaran 2022, unit Pengamanan KAI Daop 8 Surabaya juga terus berkoordinasi dengan kewilayahan setempat dan memetakan beberapa potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

"Kami lakukan mulai dari potensi kriminalitas dan unit pengamanan KAI Daop 8 akan mengerahkan sebanyak 412 personel dari Polsuska, petugas pengamanan, dan juga TNI/Polri, ditambah 40 anggota Pramuka yang turut mendukung posko Angkutan Lebaran 2022." katanya.

Terkait keselamatan di perlintasan sebidang, Heri mengatakan telah menempatkan 13 personel PJL Ekstra yang akan mengamankan perjalanan KA di 13 titik yang dianggap rawan terjadi temperan (tabrakan KA dengan mobil).  Masing-masing yaitu antara Stasiun Malang Kotalama-Pakisaji, Bangil-Wonokerto, Kandangan-Indro, dan beberapa daerah lain.

"Selain itu, kami juga bekerja sama dengan instansi terkait (pemda, aparat keamanan) untuk keselamatan di perlintasan-perlintasan sebidang," katanya.

Baca juga: KAI Daop 9 Jember waspadai 11 titik rawan bencana saat musim hujan

Baca juga: KAI Cirebon waspadai delapan titik rawan bencana alam


Pewarta: A Malik Ibrahim
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2022