Nusa Dua (ANTARA News) - Presiden Rusia Dmitry Medvedev terpaksa melewatkan kesempatan menghadiri Pertemuan Puncak (KTT) ke-6 Asia Timur di Bali, 19 November 2011, yang seharusnya pertemuan puncak EAS pertama yang melibatkan Rusia.

"Presiden Rusia tidak dapat hadir dan akan digantikan oleh Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Michael Tene, Sabtu.

Kedutaan Besar Rusia di Indonesia menyebutkan, Medvedev urung ke Bali karena harus mempersiapkan pemilihan umum di negerinya.

Dengan demikian, hanya akan ada satu pemimpin negara dua anggota baru EAS yang dipastikan menghadiri pertemuan Bali yaitu Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

Perdana Menteri Selandia Baru John Key juga menyatakan absen dari KTT ke-6 EAS oleh karena alasan yang sama dengan Medvedev. Dia akan diwakili oleh Menlu Selandia Baru Murray McCully.

Tanpa kehadiran Presiden Rusia dan PM Selandia Baru maka KTT ke-6 EAS hanya akan dihadiri 16 pemimpin negara.

Kesepuluh pemimpin negara anggota ASEAN dipastikan dapat menghadiri KTT ke-19 ASEAN dan rangkaiannya.

Sebaliknya PM Thailand Yingluck Shinawatra yang disebut-sebut tidak dapat menghadiri rangkaian pertemuan puncak ASEAN oleh karena bencana banjir yang menewaskan lebih dari 500 orang di Bangkok, dipastikan hadir.

Kesepuluh pemimpin negara ASEAN adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sultan Brunei Sultan Hassanal Bolkiah, PM Kamboja Hun Sen, PM Laos Thongsing Thammavong, PM Malaysia Abdul Razak, Presiden Myanmar Thein Sein, Presiden Filipina Benigno Aquino III, PM Singapura Lee Hsien Loong, PM Thailand Yingluck Shinawatra dan PM Vietnam Nguyen Tan Dung.

Sedangkan enam pemimpin negara mitra wicara ASEAN yang memastikkan hadir adalah PM Australia Julia Gillard, PM China Wen Jiabao, PM India Manmohan Singh, PM Jepang Yoshihiko Noda, Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak, dan Presiden AS Barack Obama.

Ini ditambah Sekretaris Jenderal ASEAN Surin Pitsuwan dan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon yang akan hadir dalam pertemuan puncak ASEAN-PBB.(*)

G003/A011

Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2011