Peshawar, Pakistan (ANTARA News) - Serangan bom terhadap satu sekolah putri di Pakistan barat laut pada Selasa menewaskan seorang polisi, melukai delapan orang lain dan menghancurkan dinding sekolah itu, kata polisi.

Bom yang dikendalikan dari jarak jauh itu ditanam di luar dinding sekolah menengah yang dikelola pemerintah di pinggiran kota Mardan, di provinsi Khyber Pakhtunkhwa yang bermasalah, yang berbatasan dengan Afghanistan.

Bom meledak setelah polisi tiba untuk menyelidiki keluhan tentang adanya tas plastik yang mencurigakan di luar sekolah, yang sedang ditutup pada saat itu.

"Seorang polisi tewas dan delapan orang lainnya termasuk lima warga sipil terluka," kata Zeshan Haider, kepala kepolisian Mardan, kepada AFP melalui telepon.

Tiga polisi lainnya juga terluka namun tidak ada siswa yang cedera dalam ledakan itu.

Haider mengatakan sasaran ledakan itu adalah sekolah putri tersebut.

"Dinding luar sekolah juga hancur," tambahnya.

Kelompok Islam garis keras menentang pendidikan dan telah merusak ratusan sekolah, terutama sekolah untuk anak perempuan, di barat laut Pakistan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada Selasa pagi, militan Taliban juga menewaskan dua pria milisi anti-Taliban di pinggiran Peshawar, ibu kota Khyber Pakhtunkhwa, kata polisi.

Dilawar Khan, kepala milisi anti-Taliban, mengatakan bahwa Taliban membunuh orang-orangnya dan tubuh mereka dibuang di Matni, salah satu daerah barat laut di mana orang-orang desa menjadi milisi untuk melawan kelompok garis keras.
(H-AK/H-RN)

Editor: Desy Saputra
Copyright © ANTARA 2011