Arus Balik

Polri perpanjang waktu sistem satu arah di jalan tol

Polri perpanjang waktu sistem satu arah di jalan tol

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo meyampa pengendara yang melintas di Tol Cikampek Utama pada saat arus balik H+4 Lebaran 2022, Sabtu (7/5/2022). ANTARA/HO-Divisi Humas Polri/aa.

Jakarta (ANTARA) - Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyatakan ada kemungkinan waktu penerapan sistem satu arah (one way) di ruas jalan tol diperpanjang guna mencegah kepadatan arus lalu lintas pada puncak arus balik mudik Lebaran 2022.

Menurut jenderal bintang empat itu, perubahan strategi rekayasa lalu lintas itu dilakukan karena melihat kondisi arus lalu lintas di ruas jalan tol utamanya arus balik ke Jakarta yang mengalami peningkatan signifikan.

"Maka ada kemungkinan bahwa akan dilakukan perpanjangan waktu one way," kata Sigit dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Ia menjelaskan selain memperpanjang waktu penerapan, ruas jalan yang diberlakukan satu arah juga akan diperpanjang bersamaan.

Diskresi kepolisian ini diambil karena melihat kondisi arus lalu lintas pada H+4 Idul Fitri mengalami peningkatan.

Volume meningkat

Berdasarkan tinjauan langsung di Tol Cikampek Utama (Cikatama) KM 70, Sabtu, Sigit mengungkapkan volume kendaraan terus mengalami peningkatan hingga saat ini. Dari laporan, diprediksi malam ini jumlah kendaraan yang melintas akan mencapai angka 160 ribu per jam, dan akan terus meningkat sampai dengan keesokan harinya.

"Tentunya angka-angka ini menjadi perhatian kami," kata Sigit.

Ia menyebutkan kondisi arus lalu lintas di Kalikangkung, Semarang, juga terjadi peningkatan khusus mulai dari jam 15.00, 16.00, dan 17.00 WIB, hingga melebihi 5.000 kendaraan sehingga kecenderungan akan berdampak 6 atau 7 jam kemudian di wilayah Cikatama.

"Oleh karena itu terkait evaluasi terhadap fluktuasi kenaikan angka-angka tersebut terus kami lakukan bersama," ujarnya.

Mantan Kabareskrim Polri itu menambahkan khusus untuk satu arah sampai di KM 28 atau sampai di KM 3.500 Halim masih disesuaikan dengan melihat kondisi di lapangan.

Rekayasa lalu lintas ini, kata Sigit, dilakukan secara situasional, dengan memperhatikan situasi dan kondisi yang terjadi setiap waktunya sehingga waktu atau pun perpanjangan ruas tetap melihat dinamika arus lalu lintas yang berkembang di lapangan.

"Namun demikian perkembangannya tentu akan disesuaikan dengan tingkat kepadatan arus balik yang akan kita hadapi malam hari ini dan besok," terangnya.

Sigit menambahkan jajaran Polri terus berkoordinasi dengan instansi terkait dalam melakukan rekayasa lalu lintas, termasuk melakukan evaluasi sekaligus penyesuaian perpanjangan waktu satu arah.

Dalam kesempatan itu, Sigit juga mengimbau kepada masyarakat untuk terus memperbaharui informasi terkini soal kebijakan strategi rekayasa lalu lintas yang diterapkan oleh kepolisian untuk mencegah kepadatan serta mengurai kemacetan.

Ia telah meminta kepada seluruh jajarannya untuk terus menyebarkan informasi terbaru soal penanganan arus balik Lebaran kepada masyarakat melalui media sosial ataupun media massa.

"Kami terus informasikan kepada masyarakat khususnya pengguna jalan sehingga informasi ini bisa sampai lebih awal dan juga tentunya bisa dipergunakan oleh masyarakat yang akan melaksanakan balik ke Jakarta atau sebaliknya dari Jakarta ke Jawa Tengah. Kemudian bisa menyesuaikan dengan informasi-informasi yang disampaikan," demikian Kapolri.

Baca juga: Kapolri imbau masyarakat manfaatkan WFH cegah kepadatan arus balik
Baca juga: Menpan RB setujui usul Kapolri soal WFH urai kemacetan arus balik

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar