Ternate (ANTARA News) - Nasib Sembilan pendaki di Gunung Gamalama, Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), belum diketahui pasca-meletusnya gunung setinggi 1700 meter dari permukaan laut itu, Minggu malam.

"Pada Minggu Sore ada sembilan pendaki yang naik ke Gunung Gamalama dan ketika gunung itu meletus pada Minggu malam, dipastikan mereka masih berada di puncak gunung itu," kata Wakil Wali Kota Ternate, Arifin Djafar di Ternate, Senin.

Sembilan pendaki dari Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Ternate itu diketahui mendaki di Gunung Gamalama dari rekan mereka yang datang melapor ke Pemkot Ternate pasca-meletusnya gunung itu.

Menurut Arifin, sembilan mahasiswa adalah Zulham, Zulkarnain, Mohan, Sarjan, Efendi, Rizki, Jabid, Jono dan Mahdin. Mereka adalah mahasiswa semester V dan VII pada sejumlah program studi di STAIN.

Sebelum pukul 21.00 WIT, kesembilan mahasiswa tersebut masih melakukan kontak dengan rekan-rekannya yang berada di sekitar Kota Ternate.

Akan tetapi, kata Arifin, setelah di atas pukul 21.00 WIT tidak ada kontak dan itu diperkirakan mereka sudah di berada puncak Gamalama.

"Kami sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait dan rencananya pada pagi ini, Senin, akan diterjunkan tim untuk mencari kesembilan mahasiswa tersebut, walaupun ada larangan mendekati puncak Gunung Gamalama," katanya.

"Sembilan mahasiswa tersebut diharapkan begitu Gunung Gamalama meletus langsung turun ke bawah dan mudah-mudahan mereka membekali diri dengan senter sehingga tidak kesulitan dalam perjalanan pulang," katanya.

Belum diketahui apakah ada kelompok pendaki lainnya yang juga naik ke Gunung Gamalama pada Minggu, karena selama ini banyak pendaki yang naik ke gunung tanpa melapor kepada pihak terkait, misalnya pada Pos Pemantau Gunung Api Gamalama.

Gunung api Gamalama meletus sekitar 23.00 WIT dan abu tebal hasil letusannya menimpa permukiman di kota Ternate, terutama wilayah Kecamatan Ternate Tengah, Ternate Selatan dan Kecamatan Pulau Ternate. (AF/L002)

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2011