Google bangun pusat data di Singapura

Google bangun pusat data di Singapura

Google (istimewa)

ini adalah kawasan paling pesat di dunia dalam hal penggunaan internet dan kami memiliki kaitan bisnis Google sangat kuat di sini"
Singapura (ANTARA News) - Raksasa mesin pencari, Google, Kamis ini resmi meluncurkan pembangunan pusat data terbaru di Singapura untuk mengimbangi membludaknya pertumbuhan lalu lintas internet di kawasan Asia Pasifik.

"Saya kira pantas untuk mengatakan bahwa ini adalah kawasan paling pesat di dunia dalam hal penggunaan internet dan kami memiliki kaitan bisnis Google sangat kuat di sini," kata Direktur Pelaksana Google Asia Tenggara Julian Persaud kepada AFP.

"Oleh karena itu saya kira kami akan mengalokasikan sumber daya yang sejalan dengan di mana kami melihat peluang terbesar yang saya kira adalah APAC (Asia Pasifik) dan Asia Tenggara," tambahnya usai seremoni peletakan batu pertama pusat data terbaru itu.

Pusat data yang di Singapura ini akan menjadi Lembah Silikon pertama dari perusahaan itu yang dibangun di Asia Tenggara dan kedua di Asia setelah bangunan fasilitas serupa di Hongkong pekan lalu.

Apa yang dilakukan Google ini menggambarkan bahwa Asia memiliki pertumbuhan jumlah pengguna internet terbesar di dunia.

Namun Google masih harus menghadapi kompetisi sengit, terutama di China di mana mesin-mesin pencari lokal seperti Baidu lebih populer di sana dan terpentalnya Google tahun lalu akibat sensor pemerintah China memaksa Google memindahkan unit internasional mesin pencarinya di China ke kawasan lain.

Google akan menginvestasikan 120 juta dolar AS di fasilitas Singapura yang seluas 2.45 hektare, di mana pembangunannya diperkirakan rampung pada awal 2013.

Google juga akan membangun pusat data Asia ketiganya di Taiwan di luar enam fasilitasnya yang saat ini ada di Amerika Serikat dan dua lainnya di Eropa.

Pusat data Google di Asia ini akan memberi para pengguna Google di kawasan ini sebuah layanan yang lebih cepat dan andal, serta memungkinkan perusahaan ini memperkuat aplikasi-aplikasi seperti Gmail tanpa terganggu oleh masalah-masalah menyangkut kapasitas, kata para pejabat perusahaan.

"Saat ini banyak dari layanan untuk Asia dikirimkan dari, misalnya, Amerika Serikat karena kapasitas di Asia tidak mencukupi," kata Simon Chang, Kepala operasi perangkat keras Google untuk kawasan Asia-Pasifik. (*)

Penerjemah:
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Ini cara Google batasi hoaks soal COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar