"Generasi baru di PSSI, di sepakbola ini yang di bawah 45 tahun ini banyak yang bagus, termasuk untuk jadi pengurus."
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, mengatakan bahwa dirinya memerlukan izin dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono jika setuju dicalonkan menjadi Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

"Harus ada tugas dari Presiden untuk saya karena saya kan menteri yang tugasnya di bidang yang berat, sehingga tidak mungkin menyatakan menerima tanpa ada izin dari Presiden," katanya ketika ditemui di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa.

Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) menyerukan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI. Terkait hal itu, Pengurus Provinsi PSSI Jawa Timur berniat untuk mencalonkan Dahlan Iskan sebagai Ketua Umum PSSI.

Terkait hal itu, Dahlan tidak memberikan jawaban, apakah dia menyambut baik atau menolaknya.

"Aku tidak bisa ngomong sama sekali," katanya.

Meski demikian, Dahlan berpendapat, permasalahan di PSSI bisa diatasi bila para pengurusnya adalah orang-orang muda, berumur di bawah 45 tahun. Hal itu untuk memotong generasi yang terlibat konflik di dalam tubuh PSSI.

"Generasi baru di PSSI, di sepakbola ini yang di bawah 45 tahun ini banyak yang bagus, termasuk untuk jadi pengurus," katanya.

Sebelumnya, Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) yang didukung dua per tiga anggota PSSI berencana mengambil alih Kantor PSSI yang berada di areal Gelora Bung Karno Jakarta.

KPSI ingin mengambil alih Kantor PSSI dengan dalih untuk mempersiapkan KLB yang telah direncanakan yaitu 6 Maret nanti. Sebelum KLB, KPSI juga akan menggelar Kongres Tahunan di Bandung, 21 Januari nanti. Salah satu agendanya adalah membentuk Komite Pemilihan dan Komite Banding.
(T.F008*G003)

Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2012