Banyuwangi (ANTARA News) - Suhu atau temperatur kawah Gunung Ijen (2.386 mdpl) yang terletak di perbatasan Kabupaten Bondowoso dengan Banyuwangi, Jawa Timur, meningkat dari 32 derajat Celcius menjadi 42 derajat Celcius.

"Memang ada peningkatan suhu di kawah Gunung Ijen, namun status masih tetap Level III atau Siaga," kata Kepala Sub Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Hendra Gunawan, saat dihubungi ANTARA, Kamis.

Menurut dia, aktivitas kegempaan Ijen cenderung menurun, namun amplitudo gempa tremornya masih fluktuatif, sehingga PVMBG terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas Gunung Ijen tersebut.

"Meningkatnya suhu di kawah Ijen disebabkan gas magma dalam perut bumi telah naik ke atas, sehingga gas naik ke permukaan kawah Ijen dengan indikasi amplitudo gempa tremor meningkat," paparnya.

Selama dua hari terakhir ini, lanjut dia, amplitudo gempa tremor Ijen juga mengalami peningkatan, namun tidak signifikan karena getarannya masih fluktuatif.

"PVMBG terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas Ijen. Kalau suhu di kawah Ijen terus meningkat, maka statusnya bisa mengarah ke Level IV atau Awas," katanya menjelaskan.

Hendra mengatakan pihaknya selalu berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso dan Banyuwangi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kami imbau masyarakat di lereng Ijen tidak terpengaruh isu-isu yang meresahkan tentang aktivitas Ijen, namun tetap waspada terhadap aktivitas gunung yang memiliki ketinggian 2.386 mdpl itu," katanya menambahkan.

PVMBG menaikkan status kegiatan Gunung Ijen dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III) sejak tanggal 18 Desember 2011 pukul 04. 00 WIB, sehingga masyarakat di sekitar Ijen baik wisatawan maupun penambang belerang tidak diperbolehkan mendekati kawah yang ada di puncak dalam radius 1,5 km dari kawah aktif.
(KR-MSW/S021)

Editor: Desy Saputra
Copyright © ANTARA 2012