Pemkot Surabaya borong produk UMKM genjot ekonomi rakyat

Pemkot Surabaya borong produk UMKM genjot ekonomi rakyat

Direktur Pemberitaan Perum LKBN Antara Akhmad Munir (kiri) memberikan cinderamata berupa buku Kilas Balik Antara kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Newsroom Antara Wisma Antara Lantai 20, Jakarta Pusat, Kamis (23/6/2022). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna.

Februari sampai Mei awal itu sudah Rp11 miliar
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Surabaya memborong produk dari pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk menggenjot perekonomian rakyat agar bangkit dari pandemi COVID-19 yang difasilitasi melalui aplikasi pasar elektronik atau e-peken.

"Itu semua kami beli barang dari UMKM. Jadi ASN itu coba beli barang seperti beras dan lain-lain di UMKM melalui aplikasi," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat mengunjungi redaksi Antara di Jakarta, Kamis.

Baca juga: 23 ribu UMKM di Surabaya diminta dilibatkan pengurangan sampah plastik

Dia menjelaskan upaya itu juga untuk mendorong belanja produk dalam negeri sehingga membangkitkan perekonomian setelah terdampak pandemi hampir dua tahun.

Pemkot Surabaya, kata dia, hingga saat ini memfasilitasi sebanyak 735 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk berdagang secara digital melalui aplikasi e-peken.

Pelaku UMKM tersebut memproduksi beragam produk mulai dari busana batik, alas kaki hingga kebutuhan pokok.

"Insya Allah mulai Februari sampai Mei awal itu sudah Rp11 miliar," ujar Eri.

Eri menambahkan sebagai persiapan menggenjot UMKM mendatang, pihaknya siap mengucurkan anggaran sebesar Rp3 triliun yang dialokasikan dari APBD 2023 untuk membantu UMKM.

Alokasi anggaran itu di antaranya untuk belanja mendukung UMKM seperti seragam mitra warga hingga kebutuhan pembangunan UMKM, misalkan pembuatan paving dan penyediaan pasir.

"Tahun 2023 saya pastikan Rp3 triliun itu turun ke masyarakat, yang mengerjakan adalah UMKM Surabaya," ucap Eri.

Baca juga: ANTARA-NAMPA bahas konten kantor berita

Selain memastikan produk UMKM terserap, lanjut dia, pihaknya juga menyediakan aset milik Pemkot Surabaya sebagai lahan untuk mendukung pelaku UMKM termasuk memberikan pelatihan dan akses permodalan.

"Aset Pemkot Surabaya kami gunakan untuk mengurangi kemiskinan jadi orang yang masuk kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah kami berikan lahan, mereka bekerja, yang dikerjakan itu sesuai pasar," ucapnya.

Dalam membangun ekonomi kerakyatan, ia juga tidak melepaskan semangat gotong royong yang terbukti mempercepat perbaikan, seperti ketika menghadapi pandemi COVID-19 di mana warga saling membantu antarsesama.

Sementara itu, Direktur Pemberitaan Perum LKBN Antara Akhmad Munir yang menyambut kedatangan Wali Kota Surabaya di Newsroom Antara tersebut, menambahkan pemerintah daerah saat ini perlu mencermati potensi ekonomi yang kini digemari masyarakat termasuk generasi milenial.

Adapun potensi ekonomi dari UMKM yang kini banyak digemari salah satunya minuman kopi kekinian dengan pemasaran digital.

"Sekarang era digital juga banyak bermunculan kopi-kopi yang digemari generasi milenial," tutur Akhmad Munir yang pernah menjabat Kepala Biro Antara Jawa Timur itu.

Baca juga: Direktur Pemberitaan ANTARA berkunjung ke Bernama

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar