Sambut "earth hour", Jalan Rasuna Said gelap

Sambut "earth hour", Jalan Rasuna Said gelap

Pemadaman listrik sepanjang Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Sabtu (2/6/2022). Aksi itu sebagai implementasi instruksi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pemadaman Lampu Dalam Rangka Aksi Hemat Energi dan Pengurangan Emisi Karbon (ANTARA/Chairul Rohman).

Jakarta (ANTARA) - Kondisi penerangan lampu di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, terlihat gelap, karena pemadaman lampu guna menyambut program menjaga iklim dunia atau "earth hour" 2022 pada Sabtu pukul 20.30-21.30 WIB.

"Kalau hari biasanya sih terang, karena ini ada pemadaman jadi gelap," ungkap salah seorang petugas keamanan gedung bank swasta, Achmad Akbar di Jakarta Selatan Sabtu.

Baca juga: Masyarakat nilai durasi pemadaman lampu "earth hour" terlalu singkat

Dia mengungkapkan bahwa memang ada instruksi yang harus dijalankan untuk memadamkan lampu di gedung tempat dia berjaga, pemadaman yang berlangsung satu jam mulai pukul 20.30 hingga 21.30 WIB.

"Kami yang berjaga malam memang tahu kalau malam ini akan ada pemadaman listrik, dengan begitu kami harus lebih ekstra untuk mengecek seluruh bagian gedung selama pemadaman ini berlangsung," ujar dia.

Pantauan ANTARA pada malam Earth Hour 2022, situasi di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan memang tampak gelap akibat lampu jalan dan gedung banyak yang padam. Meski begitu, sejumlah gedung pelayanan, seperti rumah sakit dan hotel masih tetap menyala.

Jalan HR Rasuna Said terdapat dua gedung rumah sakit dan juga beberapa hotel mewah yang berdiri tegak di sepanjang jalan dengan sejumlah lampu yang masih menyala.

"Saya bingung kok malam ini gelap, gedung-gedung banyak yang pada mati lampunya. Saya jadi harus hati-hati kalau mau jalan," kata seorang pedagang kopi keliling yang menggunakan sepeda, Hasan.

Lokasi lain yang juga mengikuti arahan dari Gubernur untuk memadamkan lampu, yakni Kantor Pemerintahan Wali Kota Jakarta Selatan di seluruh bagian gedung.

"Mulai dari jam 20.30-21.30 WIB, ini instruksi dari Pemprov DKI Jakarta," ucap salah seorang petugas keamanan Gedung Wali Kota Jakarta Selatan Anshori yang berjaga sambil membawa lampu senter.

Terlihat, Gedung Wali Kota Jakarta Selatan yang berada di Jalan Prapanca, tampak gelap "gulita" akibat pemadaman listrik yang berlangsung selama satu jam.

Baca juga: Kantor Wali Kota Jaktim gelap "gulita" karena dukung "earth hour"
Gedung Wali Kota Jakarta Selatan nampak gelap akibat pemadaman listrik selama satu jam, Sabtu (2/7/2022). (ANTARA/Chairul Rohman)

Meski begitu, tidak semua lampu jalan yang berada di Jalan Pangeran Antasari memadamkan listrik. Hampir sepanjang jalan tersebut masih menghidupkan lampu jalan serta lampu tambahan yang memiliki warna-warni sebagai ciri khas dari jalan tersebut.

Diketahui, pemadaman lampu selama satu jam ini sebagai tindak lanjut implementasi instruksi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pemadaman Lampu Dalam Rangka Aksi Hemat Energi dan Pengurangan Emisi Karbon.

Sebelumnya Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah merilis, kegiatan serupa yang terjadi pada bulan Maret lalu memiliki dampak penghematan konsumsi listrik mencapai 171,55 megawatt (MW).

Dalam laman resminya, wwf.id menjelaskan bahwa Earth Hour adalah sebuah gerakan global yang mengajak individu, komunitas, praktisi bisnis, dan pemerintah di seluruh dunia untuk menunjukkan kepedulian dan kontribusinya terhadap upaya penanggulangan perubahan iklim secara simbolis melalui aksi mematikan lampu dan peralatan elektronik.

Baca juga: Kantor Wali Kota Jakbar laksanakan pemadaman lampu

Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar