Jakarta (ANTARA News) - Fraksi PAN DPR RI kini merapat ke Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah menyusul mencuatnya nama mantan Ketua MPR Amien Rais yang disebut-sebut memprovokasi munculnya aksi kekerasan di Abepura, Jayapura untuk menentang beroperasinya perusahaan tambang AS PT Freeport Indonesia. Penasihat Fraksi PAN DPR, AM Fatwa dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin mengakui adanya upaya saling mendekatkan diri kedua institusi akhir-akhir ini. Kedua pihak pada mengadakan pertemuan tertutup di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Rabu malam. Hadir pula pada acara itu Sekretaris Fraksi PAN M Najib dan sejumlah anggota Fraksi PAN seperti Abdul Hadi Jamal, Catur Sapto Edi dan juga Djoko Susilo. Din Syamsuddin kepada pers menyayangkan adanya pernyataan yang cenderung memojokkan Amien Rais. "Pokok persoalannya bukan pada Amien Rais tetapi sebagai bentuk kegagalan intelijen dalam mengantisipasi berbagai kerusuhan di Abepura. Pernyataan itu justru menambah semakin keruh keadaan dan tidak selayaknya dinyatakan seperti itu," kata Din Syamsudin. Din meminta jangan asal tuduh karena sikap itu akhirnya akan menimbulkan fitnah dan juga bisa menghalangi bangsa ini bangkit dari keterpurukan. "Kalau ada figur yang kritisi negara jangan dicap anti pemerintah," kata Din. Dia menyatakan, pemerintah harus tetap dikritisi. Selain itu pemerintah juga tidak perlu alergi terhadap semua kritik yang datang dari masyarakat karena kritikan itu adalah untuk tujuan baik, dimana Indonesia butuh perubahan. "Bukan memberikan pernyataan yang aneh-aneh," katanya. Politisi senior asal PAN, AM Fatwa menyatakan hal yang sama. Pernyataan yang seolah-olah mengaitkan Amien dengan aksi-aksi menentang investor asing sebagai bentuk kecerobohan. "Meski tidak mengatakan langsung, namun arahnya sudah jelas. Wajar jika fraksi PAN dan juga partai menyesalkan tindakan tersebut," katanya. Begitupula Badul Hadi Jamal berpendapat senada. Pernyataan mengaitkan Amien dengan aksi demo anti Freeport. "Sangat berlebihan kalau Amien dianggap sebagai provokator di Abepura," kata Hadi Jamal. Sementara itu Amien Rais mengaku, sudah memaafkan pernyataan yang seolah mengaitkan dirinya dengan aksi di Abepura. Dia tidak akan memperpanjang persoalan. "Kalau diadukan pencemaran nama baik masalahnya nanti berbulan-bulan. Biarkan saja dan saya maafkan," kata Amien. Amien mengaku dirinya sudah merasa aman dan tidak dikejar-kejar oleh intelijen karena hubungannya cukup baik dan tidak ada persoalan apapun. Namun mantan Ketua MPR ini, mengkritik kalau bicara harus yang faktual bukan didasarkan kepada pandangan imajiner.(*)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2006