Jakarta (ANTARA) - Balap Formula 1 Grand Prix Jepang pada Minggu terpaksa dihentikan sementara menyusul cuaca buruk di Sirkuit Suzuka dan sejumlah insiden kecelakaan selepas start.

Pebalap tim Red Bull Max Verstappen mempertahankan posisi pimpinan lomba ketika Charles Leclerc berupaya menusuk dari sisi dalam tikungan pertama.

Namun, lap pertama berjalan kaos ketika sejumlah pebalap kehilangan kendali mobilnya di lintasan basah dengan visibilitas minim.

Baca juga: Verstappen kejar gelar juara dengan pole position di Suzuka

Sebastian Vettel tabrakan dengan Fernando Alonso saat menuju tikungan pertama, kemudian Carlos Sainz tergelincir dan mendapati kerusakan di bagian belakang mobil Ferrarinya dan tak dapat meneruskan lomba.

Alexander Albon dan Zhou Guanyu juga kesulitan menaklukan lintasan yang basah saat mobilnya melintir di lintasan.

Zhou mampu menghindarkan mobilnya menabrak tapi Albon harus keluar dari balapan.

Sementara Pierre Gasly, yang start dari jalur pit, mendapati mobil AlphaTauri-nya melaju dengan pecahan papan iklan yang tersemat di bagian depan.

Baca juga: Saran Verstappen bantu De Vries dapatkan bangku di AlphaTauri

Setelah tiga lap, Steward memutuskan untuk mengibarkan bendera merah ketika hujan semakin deras, demikian laman resmi Formula 1.

Para pebalap kemudian kembali ke jalur pit, dengan P1 masih dipegang Verstappen.

Verstappen berpeluang mengunci gelar juara dunia dua tahun beruntun apabila menang di Suzuka dengan satu poin tambahan dari lap tercepat, tidak peduli di posisi mana rival-rivalnya finis.

Verstappen bisa juga mempertahankan gelarnya apabila ia menang dan Leclerc, yang jadi rival terdekat, finis ketiga atau lebih rendah.

Baca juga: Ricciardo realistis dirinya tak dapat bangku membalap di F1 2023
Baca juga: Kelemahan Mercedes terekspos di Suzuka

 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2022