Jakarta (ANTARA) - Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) meminta semua sekolah untuk mengadakan kunjungan ke museum secara rutin agar dapat meningkatkan rasa cinta dan nasionalisme para siswa melalui berbagai peninggalan dan materi yang ada di museum.

“Beberapa tahun ini museum sebenarnya sudah sangat baik, bergerak mendekati kami ke sekolah. Jadi sebetulnya mendorong ke arah pembelajaran yang sudah lebih baik terutama yang ada di Jakarta,” kata Ketua MGMP Sejarah SMK Provinsi DKI Jakarta Nurrahmah Mazria yang ditemui ANTARA usai Pameran Virtual Museum Kebangkitan Nasional 2022 di Jakarta, Senin.

Nurrahmah yang juga menjabat sebagai Bendahara Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) menjelaskan dalam melangsungkan kegiatan pembelajaran mata pelajaran sejarah, dibutuhkan sebuah imajinasi untuk memaksimalkan capaian materi yang disampaikan pada para siswa.

Imajinasi tersebut dapat terbangun hanya apabila siswa betul-betul berada di tempat yang dekat dengan sejarah seperti museum. Siswa dapat belajar langsung pada sumbernya sambil berimajinasi secara nyata terkait masa lalu, tidak sekadar membaca atau menghafal materi dari sebuah buku saja.

“Kalau bercerita atau membaca saja, itu kurang menarik bagi anak-anak. Makanya bagaimana mereka bisa datang ke sini dengan tugas atau membuat media virtual tour atau gambar-gambar kebetulan yang ada dalam museum, kita bisa masukkan itu ke dalam pembelajaran,” kata guru SMK 25 Jakarta itu.

Di sisi lain, ia menyatakan bahwa berbagai peninggalan yang ada dalam museum masih relevan sebagai bukti sejarah dan menunjang pembelajaran jauh lebih baik. Hal itulah yang harus dijaga di masa depan supaya anak tetap mengetahui kisah asli perjuangan bangsanya.

Nurrahmah turut menyatakan dirinya bersyukur dengan eksistensi museum di tengah masyarakat saat ini. Sebab kini muncul keinginan tersendiri dari anak-anak untuk belajar sejarah, di luar jam pembelajaran yang diberikan di sekolah tanpa adanya paksaan dari pihak manapun.

Dia mengatakan museum juga sangat membantu para guru untuk mempermudah pembelajaran melalui cara yang unik dan kekinian karena banyak memanfaatkan bantuan teknologi canggih seperti melalui visual tour dan audio visual tiga dimensi.

“Saya selalu sharing di kota-kota lain, kalau memang butuh media (datang ke museum). Jadi sebetulnya kami bersyukur sekali menjadi guru sejarah di masa ini, karena belajar tidak harus melalui buku, tapi sumber-sumber belajar itu bisa dari museum,” ujarnya.

Baca juga: MGMP nilai museum sudah dekatkan sejarah lewat cara kekinian
Baca juga: MGMP: Hari Museum Nasional momentum perkuat edukasi sejarah


Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2022