Beijing (ANTARA) - Pihak berwenang China memberikan kesempatan kepada warganya untuk melancong ke luar negeri, kecuali ke Taiwan.

Kebijakan terbaru sejak pandemi COVID-19 itu dikeluarkan setelah Dewan Negara China mengizinkan beberapa investor asing yang bergerak di bidang perjalanan wisata di Shanghai dan Chongqing untuk menjual paket perjalanan wisata ke luar negeri.

Kedua kota itu merupakan dua proyek percontohan untuk uji coba penanganan paket wisata ke luar negeri, demikian dilaporkan media China, Selasa.

Kebijakan tersebut mulai berlaku untuk agen perjalanan wisata di Shanghai dan Chongqing pada Sabtu (8/10) hingga 8 April 2024.

Proyek percontohan itu dimaksudkan untuk meningkatkan kerja sama China dengan beberapa negara dan wilayah lain.

Sebelum Dewan Negara --kabinet China-- mengeluarkan kebijakan terbaru, agen perjalanan wisata yang dimodali asing tidak diizinkan menjual paket perjalanan wisata kepada konsumennya di China ke luar negeri, termasuk ke Hong Kong, Makau, dan Taiwan.

Penutupan akses wisatawan China ke luar negeri berlangsung sejak pandemi COVID-19 mulai merebak pada awal 2020.

Penyesuaian kebijakan ini diperlukan untuk mengoptimalkan pengelolaan pasar pariwisata, kata Cheng Chaogong, peneliti senior Tongcheng Travel, seperti dikutip laman berita The Paper

Selain itu, ujarnya, penyesuaian itu juga sangat penting bagi perkembangan pariwisata nasional dalam empat tahun ke depan karena biro perjalanan harus meningkatkan profesionalisme dan inovasi selama periode tersebut.


Baca juga: Libur tujuh hari, China keruk Rp617 triliun dari wisatawan domestik

Baca juga: Industri budaya Tibet tumbuh empat kali lipat selama 10 tahun terakhir

 

Geliat pariwisata perdesaan China di kaki Pegunungan Qilian

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Tia Mutiasari
Copyright © ANTARA 2022