Nusa Dua, Bali (ANTARA) - Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) menilai skema bauran pembiayaan (blended financing) yang digagas melalui Forum Tri Hita Karana berguna untuk mengatasi tantangan ekologi.

Baca juga: Menkeu: Komitmen transisi energi tertuang di Leaders' Declaration G20

"Langkah ini penting untuk menjembatani kesenjangan finansial untuk mengatasi tantangan kritis ekologi dan sosial," kata Ketua AIPI Satryo Soemantri Brodjonegoro saat membuka acara Tri Hita Karana Future Knowledge Summit di Bali, Kamis.

Forum Tri Hita Karana, yang diadakan bersamaan dengan rangkaian acara Konferensi Tingkat Tinggi (G20) Bali, menggalang bauran pembiayaan lebih dari 30 miliar dolar Amerika Serikat yang akan digunakan untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals).

Bauran pembiayaan itu perlu diimbangi dengan solusi teknologi yang inovatif supaya bisa mencapai tujuan-tujuan tersebut. Menurut Ketua AIPI, dana itu bisa digunakan untuk pembiayaan transisi energi, penggunaan lahan dan hutan, laut dan perairan, penanggulangan limbah plastik, kesehatan dan pengembangan manusia

Satryo menilai acara Tri Hita Karana Future Knowledge Summit melengkapi bauran pembiayaan itu karena berfungsi untuk mengidentifikasi inovasi teknologi yang akan bermanfaat bagi tantangan ekologi, seperti perubahan iklim, dan realisasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Baca juga: APHI dukung pemanfaatan biomassa kayu untuk transisi energi

"Mengidentifikasi inovasi teknologi yang bisa mempercepat jalan menuju Tujuan Pembangunan Berkelanjutan tentang tantangan iklim," kata Satryo.

Forum Tri Hita Karana juga berfungsi untuk menggagas kreativitas dan aksi kolaborasi untuk masalah-masalah tersebut.

Satryo juga melihat Forum Tri Hita Karana bisa menyatukan tujuan dan kewaspadaan dalam tantangan ekologi dan sosial dan mendorong peningkatan keterampilan melalui kewirausahaan.

Dana yang terkumpul akan digunakan Forum Tri Hita Karana untuk percepatan investasi untuk transisi energi berkeadilan dan peningkatan pendanaan untuk pengelolaan sampah dan infrastruktur berkelanjutan.

Dana juga akan digunakan untuk memobiliasi solusi berbasis lingkungan, khususnya untuk sistem pangan regeneratif, hutan dan laut.


Baca juga: AIPI dorong pemerintah transformasi layanan kesehatan primer

Baca juga: AIPI: Perlu gerakan sosial bangkitkan kesadaran politik publik

Baca juga: Komunike S20 rekomendasikan kesiapsiagaan pandemi dan perubahan iklim

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2022