Jakarta (ANTARA) - Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia (PB FAJI) menggelar Kejuaraan Nasional Arung Jeram 2022 pada 30 November hingga 4 Desember di Sungai Pekalen, Probolinggo, Jawa Timur sebagai persiapan menyongsong Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumatera Utara 2024 mendatang.

Kepala Bidang Kompetisi PB FAJI Jony Kurniawan mengatakan Kejurnas tersebut nantinya bakal menjadi bahan evaluasi bagi PB FAJI untuk mempersiapkan PON 2024 mengingat arung jeram perdana dipertandingkan pada multievent olahraga terbesar nasional tersebut.

“Karena ini bagian dari persiapan untuk menuju PON 2024, maka nomor-nomor perlombaan pun disamakan dengan kategori yang akan dipertandingkan di PON Aceh-Sumut nanti,” ungkap Jony dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Ada empat nomor lomba yang akan dipertandingkan dalam Kejurnas kali ini, yaitu sprint, head to head, slalom, dan down river race, dengan kategori kelas R4 (empat pendayung) open putra dan putri untuk kategori youth (U-19), junior (U-23), open, serta kelas R4 ekshibisi untuk kategori campuran.

Baca juga: Tim putri juara dunia arung jeram tiba di Tanah Air

“Nomor sprint itu jarak pendek, kemudian head to head berpasangan sistem gugur di mana ada pelampung di sungai yang harus dilewati peserta. Slalom yakni melintasi gawang-gawang di sungai yang ditempatkan pada 200-300 meter. Ada gawang up stream (melawan arus) dan gawang down stream (searah aliran sungai). Lalu, terakhir nomor lomba down river race yakni marathon atau jarak jauh, dengan jarak tempuh 20-60 menit," ujar Joni menjelaskan.

Sementara untuk menghadapi faktor cuaca yang tidak menentu belakangan ini, tim PB FAJI telah menetapkan jam perlombaan yang dimulai pukul 08.00 hingga paling lambat pukul 15.00 WIB guna menghindari hujan di sore hari. Lalu, pihak PB, bersama Pengprov FAJI Jatim, dan pengelola wisata arung jeram Sungai Pekal juga menempatkan pemantau di hulu sungai.

"Pemantau di hulu sungai ini sebagai sistem peringatan kami. Jika di hulu hujan, meski di tempat perlombaan tidak hujan dan ada indikasi air naik, maka kami akan berhentikan dulu perlombaan. Ini bagian dari antisipasi keselamatan atlet yang harus kami lakukan," ucapnya.

"Kalau hujan kelihatannya cukup deras jangan dipaksakan. Lebih baik perlombaan dihentikan, dan bisa diulang hari lainnya nanti. Ini demi keselamatan atlet," pungkas dia.

Mengingat Kejurnas ini bakal menjadi bahan evaluasi untuk kesiapan PON, Pengurus Provisi Aceh juga hadir memantau. Mereka mengirimkan timnya untuk melakukan supervisi dengan tugas memberikan masukan ke daerah nanti.

Baca juga: Ajang arung jeram "GEO-FUN Rafting 2021" di Merangin siap digelar

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Teguh Handoko
Copyright © ANTARA 2022