penjagaan dengan ketat harus diberlakukan lantaran aktivitas warga di Polsek Tambora cukup padat
Jakarta (ANTARA) - Kapolsek Tambora Kompol Putra Pratama memastikan keamanan warga yang ingin mendapatkan pelayanan kepolisian seiring pengetatan penjagaan di lingkungannya pascaperistiwa ledakan bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar, Bandung.

"Personel kami harus menjamin keselamatan masyarakat yang datang  untuk mendapatkan pelayanan," kata Putra saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Menurut Putra, penjagaan dengan ketat harus diberlakukan lantaran aktivitas warga di Polsek Tambora cukup padat.

Setiap harinya, Polsek Tambora selalu melayani warga yang ingin membuat laporan tindak pidana, Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), hingga laporan kehilangan.

Karena hal tersebut, pengetatan penjagaan dirasa perlu dilakukan agar proses pelayanan di polsek berjalan lancar tetapi tetap  kondusif.

Sejauh ini, penjagaan yang dilakukan berupa menempatkan beberapa personel di gerbang polsek, pemeriksaan setiap kendaraan yang memasuki wilayah polsek, hingga memeriksa bawaan pengujung yang masuk ke dalam.

"Tidak ada penambahan personel penjagaan. Kami memaksimalkan petugas piket yang ada karena kantor Tambora sudah dilengkapi sistem keamanan sendiri mulai dari CCTV, gerbang masuk dengan portal, menara pantau, dan pos jaga," kata dia.

Dia berharap proses pelayanan di Polsek Tambora bisa berjalan dengan lancar warga pun bisa terlayani dengan nyaman dan aman.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Polisi Suntana menyebutkan ada sebelas orang yang menjadi korban dalam peristiwa ledakan bom bunuh diri di Markas Kepolisian Sektor Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu.

Dari sebelas orang itu, sebanyak sepuluh orang merupakan anggota polisi dan satu orang warga sipil yang sedang melintas di sekitar lokasi kejadian. Sedangkan pelaku bom bunuh diri dipastikan tewas di lokasi.

"Ada sebelas orang menjadi korban, terdiri sepuluh anggota Polri dan satu warga sipil. Satu orang anggota Polri meninggal dunia atas nama Aiptu Sofyan," kata Suntana kepada wartawan di sekitar Mapolsek Astanaanyar.

Kapolda menjelaskan peristiwa bom bunuh diri itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB saat anggota Polsek Astanaanyar sedang melaksanakan apel pagi.

Saat itu, pelaku memaksa mendekati anggota polisi yang sedang melaksanakan apel. Kemudian pelaku sempat dihalau masuk oleh beberapa anggota polisi.

"Dan dia mendekat, pelaku tetap berkehendak mendekati anggota, lalu mengacungkan sebuah pisau, tiba-tiba terjadi ledakan," kata Suntana.
Baca juga: Polda Metro Jaya perketat pengamanan pascaledakan bom di Astanaanyar
Baca juga: Kapolri: Pelaku bom Astanaanyar pernah ditangkap karena bom Cicendo
Baca juga: Kapolri tiba di Polsek Astanaanyar tinjau pascaledakan bom

Pewarta: Walda Marison
Editor: Ganet Dirgantara
Copyright © ANTARA 2022