Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga mengatakan bahwa tokoh agama dan organisasi keagamaan mempunyai peran penting dalam mewujudkan masyarakat yang inklusif serta menciptakan lingkungan yang memberikan perlindungan bagi perempuan dan anak.

"Melalui para tokoh agama dan peran dari lembaga keagamaan, kami mengajak untuk dapat terus mengangkat nilai-nilai agama yang kami yakin tidak ada satupun agama yang mengajarkan kekerasan apalagi terhadap perempuan dan anak," kata Menteri Bintang Puspayoga dalam rilis pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Wanita Kristen Indonesia (DPP PWKI), Jakarta, Kamis.

Bintang Puspayoga menambahkan melalui penerapan nilai-nilai spiritual agama, umat dibina untuk melakukan upaya-upaya perlindungan bagi perempuan dan anak, pemberdayaan perempuan, sehingga terwujud moderasi beragama di Indonesia

Pihaknya mengatakan upaya mewujudkan kesetaraan gender di seluruh bidang pembangunan menjadi semakin penting.

Baca juga: Kemen PPPA harapkan Pemda perkuat regulasi ramah perempuan

Baca juga: Kemen PPPA gandeng Pemkab Manggarai selesaikan masalah perempuan-anak


Akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat dari proses pembangunan harus bisa dirasakan secara merata, baik oleh perempuan maupun laki-laki.

"KemenPPPA akan terus bersinergi dengan berbagai unsur, baik dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan lembaga masyarakat," kata Menteri PPPA.

Bintang Puspayoga pun mengajak pengurus PWKI untuk terus mendukung upaya pemerintah dalam mengakhiri kekerasan perempuan dan anak, termasuk penghapusan pekerja anak dan perkawinan anak, meningkatkan peran perempuan dalam kewirausahaan, serta memperkuat peran ibu dan keluarga dalam pengasuhan.

Menteri PPPA juga mengajak seluruh tokoh agama Kristen dan jemaat-nya untuk dapat berkontribusi nyata dalam menyelesaikan segala permasalahan yang terjadi pada perempuan dan anak di Indonesia.

Baca juga: Kemen PPPA komitmen hapus kekerasan seksual perempuan-anak

Baca juga: Kemen PPPA petakan kebutuhan perempuan dan anak dalam tanggap bencana

 

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2022