Penggabungan antara pasar dan sekolah ini merupakan suatu terobosan, sehingga kami berharap melalui sekolah pasar ini para pelaku pasar dapat ditingkatkan kapasitasnya dalam mengelola pasar,"
Bantul (ANTARA News) - Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengharapkan Sekolah Pasar Universitas Gadjah Mada di Pasar Kranggan, Yogyakarta dapat meningkatkan kapasitas para pelaku pasar dalam pengelolaan pasar itu.

"Penggabungan antara pasar dan sekolah ini merupakan suatu terobosan, sehingga kami berharap melalui sekolah pasar ini para pelaku pasar dapat ditingkatkan kapasitasnya dalam mengelola pasar," kata Wamendag saat berkunjung di Kabupaten Bantul, DIY, Senin.

Selain itu, lanjut Wamendag melalui sekolah pasar ini para pelaku pasar juga dapat didorong untuk melakukan berbagai inovasi dalam memajukan pasar tradisional.

Sekolah Pasar adalah wahana belajar bersama, tempat bertukar pkiran dan persemaian gagasan inovasi bagi para pelaku pasar. Ini merupakan integrasi dua tingkatan pendidikan dan pelatihan, yaitu tingkat dasar (basic) dan tingkat menengah (intermediate).

Bagi yang sudah menempuh dua tingkatan tersebut maka dapat dikirimkan ke berbagai diklat di luar pasar untuk tingkatan ahli (advance). Pengiriman di lakukan ke kelas-kelas di PT, diklat pemerintah dan berbagai seminar, konferensi, workshop dan lainnya.

Sekolah pasar dilangsungkan dalam dua minggu sekali, namun tiap hari dilakukan pendampingan terhadap para pedagang pasar. Salah satu kios dalam pasar ini dijadikan sebagai klinik dan contoh implementasi pengelolaan pasar, seperti penataan barang, pembukuan dan pembuatan akses pembiayaan.

Tenaga pengajar sekolah pasar terdiri dari siapapun yang berasal dari akademisi (dosen, mahasiswa dan peneliti), aktivis LSM, teknokrat, pegiat koperasi pasar termasuk dari berbagai unsur di dalam pasar tradisional itu sendiri.

Menurut Wamendag, sekolah pasar dikelola dengan model kemitraan antara Koperasi Pasar dengan instansi pemerintah (Dinas Pasar/Dinas Perindustrian dan Perdagangan).

"Sekolah ini diselenggarakan secara gratis kepada seluruh penggiat pasar yang ada di Pasar Kranggan. Kami ingin keberadaan sekolah pasar ini bermanfaat bagi seluruh pelaku pasar dan masyarakat di sekitar pasar, terutama dalam upaya peningkatan kesejahteraan mereka," katanya.

Adapun alternatif sumber pembiayaan itu antara lain melalui dana APBD dan APBN dari Kementrian Perdagangan dan Kementrian Pendidikan Nasional, kemitraan dengan perguruan tinggi, serta kerja sama dengan BUMN yang memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR).
(KR-HRI/M019)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2012