Jakarta (ANTARA) - Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Rio Probo Kaneko mengingatkan mengenai pentingnya vaksinasi booster kedua bagi kelompok rentan seperti lansia dan penderita penyakit penyerta atau komorbid.

"Vaksinasi booster kedua penting bagi kelompok rentan, misalkan mereka yang memiliki komorbid penyakit jantung," kata dr Rio Probo Kaneko Sp.JP, FIHA ketika dihubungi dari Jakarta, Minggu.

Baca juga: 5.000 dosis vaksin booster kedua disiapkan bagi pelaku pariwisata Bali

Dokter yang praktik di RSUD Prof. Dr Margono Soekarjo Purwokerto, Jawa Tengah itu menambahkan, vaksinasi dosis penguat atau booster kedua bermanfaat untuk memberikan perlindungan dari risiko gejala berat dan risiko rawat inap bagi masyarakat yang telah divaksin.

Dia juga mengatakan bahwa penderita komorbid seperti penyakit jantung akan lebih berisiko jika terinfeksi COVID-19.

"Penderita penyakit jantung, misalnya, jika terinfeksi COVID-19 dikhawatirkan akan mengalami komplikasi yang berat, sehingga vaksinasi booster diperlukan untuk meningkatkan proteksi atau perlindungan," katanya.

Baca juga: IDI: Vaksin penting di tengah sirkulasi COVID-19 tidak terprediksi

Dia menambahkan, masyarakat dengan penyakit penyerta perlu memastikan kondisinya stabil dan komorbidnya terkendali sebelum menjalani vaksinasi booster COVID-19.

Pada pasien penyakit jantung, vaksin booster dapat diberikan dengan memperhatikan beberapa kondisi, yaitu, pertama, penderita penyakit jantung dengan serangan jantung akut harus diobati dahulu sampai dinyatakan pulih dan stabil.

"Vaksinasi dapat dilakukan setelah dua hingga empat minggu dari serangan akut tersebut," katanya.

Baca juga: Dinkes sebut stok vaksin untuk booster kedua di Tarakan terbatas

Kemudian, penderita penyakit jantung yang dilakukan pemasangan ring jantung, operasi jantung atau pemasangan alat pacu jantung, vaksinasi dapat dilakukan setelah satu hingga dua minggu dari tindakan, dan pasien dalam  kondisi stabil.

"Pasien jantung dengan hipertensi dapat dilakukan vaksinasi bila tensi di bawah 180/100 mmHg, tidak ada keluhan dan stabil," katanya.

Baca juga: Puskesmas di Denpasar jemput bola vaksinasi penguat kedua bagi ODGJ

Kriteria kondisi stabil, tambah dia, tidak ada keluhan sesak napas, nyeri dada, mudah lelah, berdebar, kaki bengkak, serta penurunan kesadaran.

Sementara itu, dokter Rio Probo juga mengatakan bahwa masyarakat perlu mendukung program vaksinasi dosis penguat atau booster kedua bagi masyarakat umum.


Baca juga: DPRD minta DKI perkuat sosialisasi vaksin booster kedua COVID-19
Baca juga: Pakar sarankan istirahat cukup usai vaksinasi booster kedua


Pewarta: Wuryanti Puspitasari
Editor: Tunggul Susilo
Copyright © ANTARA 2023