penetrasi perbankan syariah masih relatif kecil. Pertumbuhan pasar syariah kita hanya 6 persen atau lebih rendah dibandingkan Malaysia
Jakarta (ANTARA) - Ekonom Senior Chatib Basri menyebut pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia masih bisa terus diperluas, mengingat pertumbuhan pasar syariah nasional pada 2023 baru mencapai 6 persen secara tahunan.

“Jadi potensi pasar syariah sangat besar, tapi pertumbuhannya masih kecil. Masih ada kesempatan besar untuk tumbuh,” katanya dalam webinar Bank Syariah Indonesia Global Islamic Finance Summit (GIFS) 2023 di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Kamis.

Menurutnya, di tengah tren kenaikan suku bunga acuan, perbankan syariah memiliki keunggulan berupa struktur produk dengan "cost of fund" yang lebih murah dan kepercayaan religius yang menopang penggunaan bank syariah.

“Yang lebih penting, penetrasi perbankan syariah masih relatif kecil. Pertumbuhan pasar syariah kita hanya 6 persen atau lebih rendah dibandingkan Malaysia,” katanya.

Baca juga: Chatib Basri perkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 4,5 persen di 2023

Baca juga: Chatib Basri sebut Indonesia berpotensi kecil alami resesi


Segmentasi pasar perbankan syariah yang relatif terbatas tapi cukup besar di Indonesia juga diperkirakan akan menopang pertumbuhan bank syariah ke depan.

Chatib memperkirakan Bank Indonesia baru akan memiliki ruang yang cukup untuk menurunkan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate secara perlahan pada kuartal IV 2023, itu pun jika Bank Sentral AS The Federal Reserve melakukan penurunan.

“Ini bukan periode yang mudah bagi perbankan, terutama ketika interest rate mengalami kenaikan, maka the winner of the game adalah siapa yang bisa menjaga cost of fund relatif murah,” ucapnya.

Sebelumnya ia memperkirakan ekonomi Indonesia tetap tumbuh tapi melemah menjadi 4,5 sampai 5 persen secara tahunan pada 2023.

Baca juga: Chatib Basri: Kampanye politik di 2023 berdampak positif pada ekonomi

Baca juga: Chatib Basri sebut risiko krisis utang di Indonesia relatif kecil


Pewarta: Sanya Dinda Susanti
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2023