London (ANTARA) - Sekretaris Dewan Keamanan Federasi Rusia Nikolai Patrushev pada Selasa mengatakan bahwa China adalah prioritas utama kebijakan luar negeri Rusia sehingga kedua negara harus bersatu melawan Barat.

Kepada diplomat senior China Wang Yi, Patrushev menyampaikan bahwa Moskow juga mendukung posisi Beijing terhadap Taiwan, Hong Kong, dan Xinjiang, menurut sebuah pernyataan dikutip dari Kantor Berita RIA Novosti.

Wang Yi dan Patrushev bertemu di Moskow di tengah upaya China untuk meningkatkan kekuatan diplomatiknya dalam mendorong penyelesaian damai di Ukraina.

Pertemuan itu dilakukan beberapa jam setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan keputusannya untuk menangguhkan partisipasi Moskow dalam perjanjian pembatasan senjata nuklir dengan Amerika Serikat.

"Dalam konteks operasi yang dilancarkan oleh kelompok Barat untuk menahan Rusia dan China maka sangat penting bagi kami untuk memperdalam kerja sama dan interaksi Rusia-China di wilayah internasional,” kata Patrushev.

"Saya ingin mengonfirmasi dukungan berkelanjutan kami untuk Beijing atas masalah Taiwan, Xinjiang, Tibet, dan Hong Kong," lanjut dia.

Putin dan Presiden China Xi Jinping sebelumnya menandatangani kemitraan strategis "tanpa batas" hanya beberapa hari sebelum invasi Rusia ke Ukraina pada Februari tahun lalu.

Moskow bahkan telah menggencarkan hubungannya dengan Beijing, yang dianggapnya sebagai mitra anti-Barat yang kuat.

Namun, Putin pada tahun lalu secara terbuka harus mengakui kekhawatiran Xi terhadap invasi Rusia ke Ukraina.

Ketika Putin menggunakan pidato nasionalnya pada Selasa sebagai sarana untuk menyampaikan komitmennya untuk menjamin kemenangan Rusia di Ukraina, Xi diperkirakan akan menyampaikan "pidato perdamaian" di China pada Jumat saat perayaan satu tahun invasi Rusia.

Wang dijadwalkan bertemu Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada Rabu sebagai bagian dari kunjungannya ke Moskow-- pemberhentian terakhir dalam lawatannya ke negara Eropa-- dan Kremlin tidak menutup kemungkinan bahwa Wang juga bisa saja berjumpa dengan Putin.

Sumber: Reuters

Baca juga: Hubungan Washington dan Beijing akan berubah jika China dukung Rusia
Baca juga: Putin: Rusia akan lawan sanksi dengan ubah arus perdagangan, energi
Baca juga: Presiden China desak Rusia untuk menahan diri terhadap Ukraina

Penerjemah: Shofi Ayudiana
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2023