Jakarta (ANTARA) - Aktor Korea Selatan Yim Si-wan atau dikenal sebagai Siwan termasuk sosok yang mengaku jarang mengunggah sesuatu terkait kehidupan pribadinya di media sosial seperti Instagram dan Facebook karena merasa tak nyaman berbagi terlalu banyak tentang dirinya dengan jumlah orang yang tidak ditentukan di ruang online.

Belum lama ini dia berpartisipasi dalam film "Unlocked" sebagai sosok pembunuh berantai yang memasang spyware di smartphone yang dia pegang dan menghancurkan kehidupan pemiliknya.

"Aku pikir film itu menakutkan karena menimbulkan ketakutan yang realistis bahwa hal serupa bisa terjadi padaku. Aku pikir memiliki kesadaran tentang bahaya peretasan smartphone bisa menjadi langkah pertama untuk melindungi diri dari risiko tersebut," kata Siwan seperti disiarkan Yonhap beberapa hari lalu.

Baca juga: Im Si-wan menjelma jadi penjahat di "Emergency Declaration"

"Unlocked" dirilis pada 17 Februari lalu, berkisah tentang tokoh Na-mi (Chun Woo-hee), yang hidupnya menjadi terbalik, setelah Jun-yeong (Im Si-wan) mengambil ponselnya yang hilang dan menggunakannya untuk melacak setiap gerakannya.

"Aku pikir (Jun-yeong) akan merasakan kepuasan ketika dia menemukan cara kreatif untuk menghancurkan kehidupan orang dengan menggunakan informasi pribadi yang dia kumpulkan dari ponsel pintar mereka," kata Siwan.

Siwan mendekati karakter penjahat yang dia perankan dengan memanfaatkan kepribadian positifnya. Dia mengaku tertarik dengan naskah yang ditulis dengan baik ini walau pada awalnya ragu-ragu dengan peran pembunuh berantai.

"Awalnya aku menolak tawaran itu karena menurutku aktor harus mempertimbangkan pengaruhnya terhadap masyarakat melalui karya mereka. Bahkan setelah penolakan, aku terus memikirkan naskah dan memutuskan untuk melakukannya," tutur dia.

Baca juga: Im Siwan beri sumbangan untuk korban banjir di Korea Selatan

Meskipun peduli dengan pengaruh sosialnya saat memilih proyek baru, dia sangat menghargai peran penjahat sebagai cara untuk memperluas jangkauan aktingnya dan menguji batas kemampuannya.

"Aku dengar mengambil karakter penjahat adalah berkah di dunia akting. Aktor bisa memberikan penampilan yang mengesankan dan membuka diri terhadap banyak kemungkinan," ujarnya.

Dia mengatakan kehadiran pertamanya di Festival Film Cannes untuk pemutaran "The Merciless" merupakan momen besar baginya dan ini memberinya kesempatan untuk menetapkan tujuan yang lebih tinggi.

"Pada saat itu, aku pikir perlu meningkatkan tujuanku dan tidak harus puas hanya menjadi cukup baik. Aku memutuskan untuk menjadi gila dengan (akting) agar dapat menikmati momen terhormat seperti itu lagi. Itu menjadi motivasi utamaku," kata dia.

Baca juga: Im Siwan berdonasi untuk Ukraina

Pria yang menjadi personel grup idola K-pop ZE:A itu memulai karir aktingnya pada tahun 2012 melalui drama sejarah "Moon Embracing the Sun." Penampilan pertamanya saat itu melebihi harapan, dan ia kembali berakting di drama lain, menjadi bintang dalam drama "Misaeng: Incomplete Life" (2014).

Sejak itu, sang aktor otodidak ini telah memainkan peran yang sangat kontras dalam film dan drama, dan mendapat ulasan positif dari penggemar dan kritikus.

Dia menunjukkan ikatan yang kuat dengan aktor veteran Seol Kyung-gu dalam film aksi neo-noir "The Merciless" (2017), dan menarik perhatian sebagai teroris dalam blockbuster bencana "Emergency Declaration" (2022), yang juga dibintangi aktor Song Kang-ho dan Jeon Do-yeon.

Baca juga: Lima daya tarik drama baru Im Siwan "Run On"

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2023