Jakarta (ANTARA) - Dalam rangka menyambut Hari Autisme yang diperingati setiap 2 April, Drisana Center dan Drisana Foundation meluncurkan buku cerita anak bergambar tentang Autisme berjudul "Kado Alma untuk Dila".

Cerita dari buku tersebut terinspirasi dari pengalaman dan kisah salah satu anak co-founder Drisana yakni Zavnura Pingkan yang memiliki Autisme.

"Kami berharap buku ini akan memberikan pemahaman akan kebutuhan anak dengan Autisme serta kebutuhan anggota keluarga lainnya," kata Zavnura dalam keterangan pers pada Senin.

Baca juga: Riza ajak masyarakat yang miliki anggota autisme agar tetap semangat

"Seringkali orangtua bingung bagaimana memberikan pemahaman tentang anaknya yang memiliki Autisme pada anggota keluarga lain. Dengan buku cerita ini, orang tua dapat memberikan gambaran dan pemahaman serta penerimaan tentang anak dengan Autisme," kata Nurma, co-founder serta Direktur Program yang juga guru pendidikan kebutuhan khusus di Drisana.

Buku ini diharapkan akan meningkatkan, tidak hanya kesadaran, tapi juga penerimaan dan dukungan bagi anak dan keluarga dengan Autisme di Indonesia.

Hari Autisme Sedunia, merupakan hari yang diperingati setiap tahunnya pada 2 April, untuk meningkatkan kesadaran, pengertian dan penerimaan masyarakat akan keadaan orang dengan Autisme. Setiap tahun momen ini menjadi kesempatan untuk mewujudkan lingkungan keluarga, pendidikan, kesehatan, kerja dan sosial atau komunitas yang lebih ramah Autisme.

Buku "Kado Alma untuk Dila" merupakan buku cerita bergambar anak pertama di Indonesia tentang Autisme. Buku ini menunjukkan beberapa karakter anak dengan Autisme, serta dinamika dan tantangan yang sering dihadapi keluarga. Buku ini juga disertai fakta dan tips untuk orang tua dan caregiver yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan penerimaan terkait Autisme.

Saat ini WHO memperkirakan 1 dari 160 anak memiliki Autisme. Di Amerika sekitar 1 dari 36 anak memiliki Autisme. Di Indonesia sendiri, meskipun belum ada data yang pasti, diperkirakan terdapat 2.4 juta orang yang memiliki Autisme.

WHO menyatakan, semua orang dengan spektrum Autisme memiliki hal untuk dapat mandiri, memiliki otonomi dan kebebasan memilih dalam hidupnya. Hak tersebut mencakup hak untuk mendapatkan penerimaan dan dukungan penuh sehingga dapat memiliki kesempatan pekerjaan yang setara dengan orang-orang neurotipikal. Drisana berharap buku ini dapat membantu keluarga untuk memahami, menerima dan memberikan dukungan bagi anak dengan Autisme.

Baca juga: Anak terindikasi "speech delay" perlu dijauhkan dari gawai

Baca juga: Waspada "Speech Delay" jika anak usia empat tahun sulit bicara

Baca juga: Autisme "rigid" perlu metode khusus bentuk kebiasaan baru saat pandemi

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2023