Jakarta (ANTARA) - Amazon Web Services melalui teknologi komputasi awan (cloud computing) yang ditawarkan berupaya membantu para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam berinovasi dan mengoptimalkan biaya bisnis di era digitalisasi.

Head of Small and Medium Businesses (SMB) Indonesia Amazon Web Services Anthony Amni dalam acara media briefing pada Kamis mengatakan, salah satu pilar terpenting dari digitalisasi bagi UKM adalah cloud computing.

"Cloud computing itu, bayangkan semua teknologi yang paling mutakhir yang ada di dunia sekarang mulai dari yang basic seperti database, storage, sampai AI, machine learning, dan IoT. Semua tersedia dan bisa diakses menggunakan internet di manapun, memanfaatkan teknologi tadi untuk membangun aplikasi yang bisa dipakai dalam menjalankan bisnis kita dan metode pembayarannya pay-as-you-go," kata Anthony.

Baca juga: Teknologi "cloud" bantu UMKM percepat transformasi digital

Metode pembayaran pay-as-you-go yang dimaksud Anthony adalah pengguna membayar sesuai dengan apa yang digunakan.

"Jadi misalnya saya sedang duduk di satu ruangan dan menyalakan AC lima jam, ya saya bayar listriknya lima jam," jelas dia.

Dengan demikian menurut Anthony, para pelaku UKM akan sangat terbantu dalam menjalankan digitalisasi bisnis mereka, terutama dalam hal manajemen biaya.

Apalagi, kata dia, berbagai fenomena yang terjadi di dunia saat ini mulai dari COVID-19 hingga konflik geopolitik, membuat pertumbuhan bisnis menjadi tidak terprediksi. Untuk itu, manajemen biaya menjadi prioritas yang penting.

Baca juga: OJK: Adopsi teknologi "cloud" ibarat pedang bermata dua

"Kalau UKM di Indonesia bisa memanfaatkan cloud technology, pertama, tidak perlu lagi ada investasi besar-besaran dalam rangka membeli server atau nyewa data center, karena bisa langsung mengakses lewat internet ke AWS dan membayar sesuai dengan apa yang dipakai dan dibutuhkan," ujar Anthony.

"Dan ini bisa dimulai dari yang terkecil. Misalnya kalau mau bikin aplikasi kecil, enggak perlu beli server yang gede, cukup yang minimum dulu, kalau misalnya berhasil baru dibesarkan," lanjut dia.

Anthony juga menekankan bahwa ketika menjalankan infrastruktur teknologinya di AWS, maka UKM rata-rata bisa menghemat hingga lebih dari 30 persen.

Di samping itu, AWS dapat membantu pelaku usaha mengantisipasi peningkatan trafik di aplikasi atau website di masa-masa tertentu.

Baca juga: Digitalisasi penting untuk tawarkan akses inovasi bagi UMKM

Kemudian, Anthony juga mengatakan AWS selalu berinovasi. Saat ini, setidaknya ada lebih dari 200 produk atau layanan.

"Di 2021, kami merilis lebih dari 3000 features, dan kami melihat customer kami selalu rajin mengadopsi teknologi terbaru untuk bisa menjalankan aplikasi yang lebih scalable, itu yang sangat membanggakan," katanya.

PT Virtual Medis International merupakan salah satu perusahaan yang telah merasakan manfaat dari teknologi cloud AWS terhadap aplikasi pengelolaan apotek besutan mereka, vMedis.

Chief Executive Officer vMedis Ahmad Siddiq mengatakan, manfaat yang telah dirasakan di antaranya membantu vMedis mendapatkan server spesifikasi tinggi dengan biaya murah melalui layanan Microservices Architecture, hingga memantau sistem dan memberikan peringatan tentang apa yang diperlukan melalui AWS Cloudwatch.

Baca juga: Menkeu: Promosi inklusi dan literasi keuangan UMKM di ASEAN penting

Pewarta: Suci Nurhaliza
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2023