Paris, Prancis (ANTARA) - Badan Antariksa Eropa (European Space Agency/ESA) pada Jumat (14/4) meluncurkan roket Ariane 5 yang membawa Jupiter Icy Moons Explorer (Juice) dari Pelabuhan Antariksa Eropa di Guyana Prancis.

Menurut ESA, peluncuran yang sukses tersebut menandai awal dari perjalanan ambisius untuk mengungkap rahasia dunia lautan di tiga bulan terbesar Jupiter: Europa, Ganymede, dan Callisto, yang menampung sejumlah air di bawah permukaannya dalam volume yang jauh lebih besar daripada di lautan Bumi.
 
 


"Bulan seukuran planet ini memberi petunjuk penting kepada kita bahwa kondisi kehidupan mungkin ada selain di sini di 'titik biru pucat' kita," kata ESA dalam rilis persnya.   Juice juga akan memantau kompleks magnetik, radiasi, dan lingkungan plasma Jupiter secara mendalam dan interaksinya dengan bulan, sehingga dapat mempelajari sistem Jupiter sebagai arketipe sistem raksasa gas di seluruh Alam Semesta.

Selama dua setengah pekan ke depan, Juice akan mengerahkan berbagai antena dan boom instrumennya, termasuk antena radar sepanjang 16 meter, boom magnetometer sepanjang 10,6 meter, dan berbagai instrumen lain yang akan mempelajari lingkungan Jupiter dan di bawah permukaan bulan yang berlapis es, kata badan itu.
 
   


Juice juga akan memantau kompleks magnetik, radiasi, dan lingkungan plasma Jupiter secara mendalam dan interaksinya dengan bulan, sehingga dapat mempelajari sistem Jupiter sebagai arketipe sistem raksasa gas di seluruh Alam Semesta.

Juice dirancang untuk melakukan penjelajahan selama delapan tahun dengan terbang melintasi Bumi dan Venus untuk mengarahkannya langsung ke Jupiter. Wahana penjelajah tersebut akan melakukan 35 lintas dekat (flyby) pada tiga bulan besar tersebut saat mengorbit Jupiter, sebelum mengubah orbit ke Ganymede, kata badan itu. Selesai


 

Penerjemah: Xinhua
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2023