Klaten (ANTARA News) - Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah mengatakan pembayaran pinjaman IMF sebesar 3,9 miliar dolar AS atau separuh dari total pinjaman sebesar 7,8 miliar dolar AS akan dilakukan paling lambat pekan depan. "Saya berpikir mungkin minggu depan sudah selesai," kata Burhanuddin saat ditanya kapan BI akan membayar pinjaman itu di sela-sela memberikan bantuan bagi korban gempa di Kantor Kabupaten Klaten, Jawa Tengah Jumat. Dijelaskannya, saat ini BI tinggal membereskan masalah administrasinya saja, sehingga jika itu selesai maka pembayaran akan langsung dilakukan. "Kalau Senin depan penyelesaian administrasi selesai, Senin itu juga kita selesaikan," katanya. Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyetujui mempercepat pembayaran pinjaman IMF dalam dua tahun ini, yaitu 50 persen tahun ini dan sisanya tahun depan. Keputusan pemerintah itu dilakukan dengan pertimbangan cadangan devisa yang dikelola BI itu terus meningkat hingga mencapai 44,16 miliar dolar AS pada 29 Mei lalu. Jumlah itu merupakan peningkatan dibanding posisi akhir April sebesar 42,81 miliar dolar AS. Angka ini juga merupakan rekor tertinggi cadangan devisa dalam sejarah Indonesia. Pada akhir tahun 2005, posisi cadangan devisa sebesar 34,72 miliar dolar AS.(*)

Editor: Heru Purwanto
Copyright © ANTARA 2006