Pemakaian lampu hemat energi cukup tinggi

Pemakaian lampu hemat energi cukup tinggi

Petugas Dinas Kebersihan Pemakaman dan Pertamanan memeriksa lampu PJU di Tangerang, Banten, Selasa (10/4). Pada sisi masyarakat, beban kenaikan TDL secara otomatis mulai 2013 menggeser perilaku pemakaian lampu penerangan di rumah. (FOTO ANTARA/Lucky R)

... apabila tidak diperlukan sebaiknya dimatikan saja karena hal kecil seperti itu juga akan berdampak pada pengurangan subsidi... "
Jakarta (ANTARA News) - Kepala Divisi Niaga PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero, Benny Marbun, mengatakan, pemakaian lampu hemat energi oleh masyarakat Indonesia sudah cukup tinggi. Pemerintah menaikkan TDL secara otomatis tiap triwulan mulai Januari 2013.

"Untuk saat ini, sudah hampir tidak ada masyarakat yang menggunakan bola lampu pijar, umumnya sudah menggunakan lampu hemat energi," kata Marbun, di Jakarta, Kamis.

Marbun mengatakan, masyarakat telah menyadari pentingnya menghemat penggunaan listrik dengan beralih menggunakan lampu hemat energi tersebut.

"Selain masyarakat telah menyadari hal tersebut, kampanye PLN dan juga promosi dari para produsen juga meningkatkan penggunaan lampu hemat energi tersebut," kata Marbun.

Marbun menjelaskan, selain beberapa faktor tersebut harga yang cukup murah dari lampu hemat energi tersebut juga menjadi salah satu faktor banyak masyarakat yang menggunakannya.

"Namun, untuk manfaat tenaga listrik masyarakat harus lebih bisa menggunakan listrik untuk keperluan yang lebih produktif," kata Marbun.

Marbun menjelaskan, masih banyak masyarakat yang menyalakan lampu meskipun sesungguhnya tidak terlalu diperlukan.

"Seharusnya, apabila tidak diperlukan sebaiknya dimatikan saja karena hal kecil seperti itu juga akan berdampak pada pengurangan subsidi," ujar Marbun.

(V003/Y008)

Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Program bantuan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi dialihkan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar