Ternate (ANTARA News) - Muslimat Nahdlatul Ulama Pusat meminta warga Muslimat NU di Maluku Utara tidak terlibat politik praktis terutama dalam Pilkada.

"Warga Muslimat NU berhak mendukung siapa pun pada Pilkada Malut, tapi jangan melibatkan institusi Muslimat NU untuk mendukung pasangan calon Gubernur/Wakil Gubernur Malut 2013," kata Wakil Ketua Muslimat NU Pusat Nurhayati Said Aqil Siroj saat melantik pengurus Wilayah Muslimat NU di Ternate, Sabtu.

Ia mengatakan, Muslimat NU adalah organisasi nonpartisan, oleh karena itu dalam menghadapi Pilkada Malut, Muslimat NU di daerah ini harus memposisikan diri sebagai organisasi yang netral.

Namun, kata Nurhayati, Muslimat NU di Malut harus mengawal pelaksanaan Pilkada Malut tersebut agar berlangsung dengan damai, aman dan lancar, sehingga kasus kekisruhan pilkada Malut sebelumnya tidak terulang lagi.

Menurut dia, Muslimat NU merupakan organisasi otonom di bawah NU, sehingga warga Muslimat NU di daerah ini harus selalu berkomitmen untuk melaksanakan semua program NU, khususnya terkait dengan pembinaan umat.

Warga Muslimat NU di Malut, kata Nurhayati, juga harus banyak berperan dalam berbagai kegiatan social di daerah ini, khususnya yang arahnya pada peningkatan kualitas umat dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Sementara itu, Permaisuri Sultan Ternate Boki Nita Budi Susanti usai dilantik sebagai Pembina Muslimat NU di Malut mengharapkan Muslimat NU di Malut harus mulai aktif berkiprah dalam dunia politik, misalnya menjadi legislatif pada Pemilu 2014.

Bahkan, kata Boki, kader Muslimat NU yang memiliki potensi harus pula berani untuk ambil bagian pada pilkada Malut nanti, baik sebagai calon Gubernur maupun Wakil Gubernur.

Muslimat NU Malut yang dilantik periode 2012-2016 tersebut adalah Rosita Alting sebagai ketua menggantikan Irma Hi Ibrahim.

(KR-AF)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2013