Itu memang karena saya
Charlotte, Amerika Serikat (ANTARA News) - James Harden menyumbangkan 29 poin untuk mengantarkan Houston berjaya atas Charlotte Bobcats dengan skor 100-94, Senin (Selasa WIB), sekaligus mengakhiri rentetan kekalahan selama tujuh pertandingan.

Rockets mampu mengatasi perlawanan pemain Charlotte, Kemba Walker yang mencetak 35 angka. Kontribusi signifikan dengan perolehan angka tinggi dari Kemba juga tidak cukup untuk memupus tren kekalahan Bobcats 15 kali di kandang.

Sebaliknya, Harden mencetak 12 angkanya di kuarter keempat, ketika Houston meninggalkan Charlotte dengan skor 26-13.

Para pemain lapis kedua menunjukan tajinya seperti Marcus Morris yang menyumbangkan 21 poin dan delapan rebound, dan Carlos Delfino dengan torehan 15 poinnya.

"Kami memerlukan kemenangan ini," kata Morris. "Kami perlu untuk terus beranjak dan meningkatkan permainan untuk kedepannya, dari partai ini," tambahnya seperti dikutip AFP.

Tertinggal 11 poin pada babak pertama, Bobcats hanya menorehkan akurasi tembakan 21,1 persen dengan catatan empat yang berhasil dari 19 kali percobaan.

Pemain Rockets Jeremy Lin tidak mampu menjaga Walker dengan baik dan akhirnya tidak dimainkan di kuarter keempat.

"Ketika Lin menjaga saya, saya tetap percaya diri dan saya mampu menorehkan angka itu," kata Walker, merujuk pada torehan enam kali tembakan tiga angkanya.

Pelatih Rockets Kevin McHale mengubah starteginya untuk mengatasi Walker di kuarter akhir.

"Kami mencoba untuk menjebak dia (Walker) dan pemain kami telah bekerja keras," kata McHale. "Patrick Beverly bermain baik dengan ketenangannya dalam menjaga pemain sekaliber dia."

Selama 10 menit bermain di kuarter terakhir, Walker hanya menorehkan keberhasilan dua tembakan dari lima kali percobaan serta nihil asissts.

"Itu memang karena saya," ujar Walker. "Saya harus bermain lebih baik lagi untuk menghindari kawalan itu. Saya harus membuat keputusan yang lebih baik lagi. Jika saya tidak dapat menembak dengan baik, seharusnya saya dapat berkontribusi bagi pemain lain."

(I029) 

Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2013