Jakarta (ANTARA) -
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 melaporkan jumlah penerima vaksin COVID-19 dosis penguat kedua hingga Kamis (17/5), mencapai 3.173.845 orang.
 
Berdasarkan keterangan Satgas Penanganan COVID-19 di Jakarta, Kamis, capaian vaksinasi penguat pertama sebanyak 68.825.464 orang.
 
Untuk penerima vaksinasi dosis kedua berjumlah total 174.887.533 orang, sedangkan dosis pertama mencapai 203.841.752 orang. Adapun total angka sasaran vaksinasi COVID-19 di Indonesia 234.666.020 orang.

Baca juga: 67.708.039 orang warga Indonesia mendapat vaksinasi dosis penguat
 
Satgas Penanganan COVID-19 juga melaporkan angka kesembuhan COVID-19 bertambah 911 orang, sehingga total kesembuhan sejak Maret 2020 menjadi 6.622.467 orang.
 
Penambahan kasus harian COVID-19 mencapai 665 orang, sehingga total kasus terkonfirmasi positif sejak Maret 2020 mencapai 6.800.425 orang. Kasus meninggal ada penambahan 7 jiwa, sehingga total menjadi 161.653 orang.
 
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa pengalaman terimbas pandemi COVID-19 menjadi pelajaran berharga bagi bangsa yang didapatkan dengan susah payah.
 
"Kita perlu bisa membangun ketahanan kesehatan kita, pandemi itu siklusnya mungkin dulu 100 tahun sekali, mungkin sekarang bisa 50 tahun sekali. Kalau kita tidak memiliki ketahanan dari sisi obat, suatu saat itu terjadi, 270 juta masyarakat kita bisa celaka," kata Menkes.
 
Berbekal pengalaman yang penuh perjuangan saat menangani COVID-19, ia meminta seluruh pihak lebih memperhatikan kemampuan industri farmasi yang ada di Indonesia. Sebab, farmasi menjadi salah satu pilar yang bisa menopang negara ketika menghadapi suatu wabah atau pandemi.

Baca juga: 66,9 juta warga Indonesia sudah dapat vaksinasi COVID-19 dosis ketiga

Baca juga: 3,14 juta warga Indonesia telah divaksinasi booster kedua
 
Menkes juga mengajak seluruh pelaku usaha untuk berinvestasi pada farmasi. Bersama para klinisi dan pakar, bisa didata terlebih dahulu kebutuhan prioritas agar transformasi tersebut bisa segera berjalan.
 
Ia menilai prospek ini merupakan bisnis yang menjanjikan, tidak hanya dalam rangka meningkatkan mutu kesehatan masyarakat saja, tetapi juga memutar perekonomian negara.
 
"Makannya saya minta coba bangun ekosistemnya, perizinannya, apa yang dibangun, transparansi datanya bagaimana, apa yang mesti dibangun atau apa yang pasti kita paksa supaya industri-industri mau masuk," ujar Menkes Budi Sadikin.

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2023