Jakarta (ANTARA News) - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) akan menerbitkan obligasi berkelanjutan dan Sukuk Mudharabah senilai Rp2,5 triliun.

Direktur Utama ADMF, Willy Suwandi Dharma, di Jakarta Senin mengatakan, perseroan akan mengeluarkan obligasi berkelanjutan II tahap I 2013 senilai Rp2 triliun serta Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I tahap I sebesar Rp500 miliar.

"Penawaran obligasi dan sukuk itu bagian dari strategi pendanaan perusahaan untuk mendukung pertumbuhan usaha di masa yang akan datang," ujar dia.

Ia menambahkan, strategi itu mempertimbangkan kondisi pasar modal saat ini yang kondusif serta pertumbuhan bisnis perusahaan. Diputuskan untuk menerbitkan obligasi dan sukuk itu pada semester I 2013.

Dikemukakan, kisaran kupon obligasi berkelanjutan II tahap I 2013 sebanyak empat seri senilai Rp2 triliun sebesar 6,25 persen-9,00 persen.

Perseroan juga menetapkan kisaran kupon Sukuk Mudharabah berkelanjutan I tahap I 2013 untuk tiga seri senilai Rp500 miliar adalah sebesar 6,25 persen-8,00 persen.

Dalam dua tahun ke depan, pihaknya berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan II senilai Rp8 triliun dan Sukuk Mudharabah berkelanjutan II tahap I sejumlah Rp500 miliar.

Dipaparkan, untuk seri A obligasi konvensional bertenor 370 hari memiliki kisaran kupon bunga sebesar 6,25 persen-7,00 persen, untuk seri B obligasi konvensional bertenor 24 bulan kisaran kupon bunganya sebesar 6,75 persen-7,50 persen.

Kemudian, untuk seri C obligasi konvensional bertenor 48 bulan kisaran kupon bunganya 7,25 persen-8,00 persen dan untuk seri D obligasi konvensional bertenor 60 bulan kisaran kupon bunganya 8,25 persen-9,00 persen.

Sedangkan untuk seri A kisaran kupon Sukuk Mudharabah bertenor 370 hari sebesar 6,25 persen-7,00 persen, untuk seri B kisaran kupon Sukuk Mudharabah bertenor 24 bulan adalah 6,75 persen-7,50 persen, dan untuk seri C kisaran kupon Sukuk Mudharabah bertenor 48 bulan adalah 7,25 persen-8,00 persen.

Direktur Keuangan ADMF, I Dewa Made Susila menambahkan, penerbitan obligasi berkelanjutan itu akan memperkuat posisi likuiditas perseroan. Demikian juga dengan penerbitan Sukuk Mudharabah berkelanjutan I juga akan memperkuat likuiditas ADMF dalam membiayai produk pembiayaan berdasarkan prinsip syariah.

"Walaupun kami terus meningkatkan pendanaan, namun rasio utang terhadap ekuitas (DER) kami masih terjaga di level 3,6 kali di akhir 2012 atau jauh di batas maksimum yang diperkenankan sebesar 10 kali," kata dia.

Pihaknya juga mendapatkan dukungan pendanaan penuh dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) selaku induk perusahaan, terutama melalui skema pembiayaan bersama atau "joint financing" yang mencapai Rp22,5 triliun di akhir 2012.

Jumlah itu, lanjut dia, mencakup 51 persen dari pembiayaan yang dikelola perusahaan (managed receivables) sebesar Rp45,6 triliun pada akhir 2012. Di akhir 2012, ekuitas perseroan sebesar Rp5 triliun dan total pinjamannya sebesar Rp17 triliun.

Made menargetkan, total pembiayaan baru di 2013 mencapai Rp34 triliun atau mengalami peningkatan dari pembiayaan baru di 2012 sebesar Rp32,4 triliun. Porsi pembiayaan perseroan adalah 55 persen mobil dan 45 persen sepeda motor.

"Penjualan mobil akan mengalami kenaikan di tahun ini sebesar lima persen-10 persen sedangkan penjualan sepeda motor masih akan flat di kisaran tujuh juta unit," ujar Made.

(KR-ZMF/A013)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2013